
Acehtraffic.com - Rusia mengecam keputusan Amerika Serikat untuk mengubah susunan kubu anti Suriah dan menuding Washington berusaha menyelesaikan krisis Suriah demi kepentingannya.
Departemen Luar Negeri Rusia Jumat (2/11) di sebuah statemennya menyatakan, "Kami mendengar bahwa AS telah mengeluarkan instruksi langsung bahwa kubu anti Suriah membentuk pemerintahan di pengasingan. Siapa saja yang masuk di pemerintahan ini belum jelas."
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton hari Rabu lalu mengatakan bahwa Dewan Nasional Suriah selanjutnya tidak dapat menjadi rujukan dan pemimpin kubu anti Suriah dan harus dibentuk kelompok lain dari kubu anti Damaskus.
Deplu Rusia di statemennya menyebutkan bahwa pernyataan Clinton melanggar kesepakatan 30 Juni di Jenewa terkait krisis di Suriah. Para peserta sidang Jenewa sepakat bahwa struktur pemerintahan transisi di Suriah harus mencakup pemerintah Damaskus saat ini, kubu anti pemerintah dan kelompok lainnya serta dibentuk berdasarkan kerelaan seluruh pihak.
Rusia juga menuding Amerika Serikat mengabaikan perjuangan Rusia dan Cina dalam menghadapi upaya internasional menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.
Statemen Deplu Rusia menyebutkan, "Petinggi AS mengatakan bahwa mereka tidak berencana menunggu untuk mengubah sikap Rusia dan Cina. Oleh karena itu, secara transparan mereka berusaha menyelesaikan krisis Suriah sesuai dengan selera mereka sendiri."
Cina dan Rusia hingga kini menveto dua draf anti Suriah di Dewan Keamanan PBB. Draf tersebut menyebutkan sanksi berat terhadap Suriah dan membuka peluang intervensi militer asing ke Damaskus.
Kedua negara yang memiliki hak Veto di Dewan Keamanan ini menekankan krisis di Suriah haris diselesaikan melalui jalur diplomatik dan rakyat negara ini sebagai satu-satunya pihak yang berhak menentukan masa depan mereka.
Suriah dilanda kerusuhan sejak Maret 2011 dan hingga kini korban di pihak militer dan rakyat terus berjatuhan di tangan kelompok teroris asing dukungan Barat dan sejumlah negara Arab.| AT | M | Irib |
Departemen Luar Negeri Rusia Jumat (2/11) di sebuah statemennya menyatakan, "Kami mendengar bahwa AS telah mengeluarkan instruksi langsung bahwa kubu anti Suriah membentuk pemerintahan di pengasingan. Siapa saja yang masuk di pemerintahan ini belum jelas."
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton hari Rabu lalu mengatakan bahwa Dewan Nasional Suriah selanjutnya tidak dapat menjadi rujukan dan pemimpin kubu anti Suriah dan harus dibentuk kelompok lain dari kubu anti Damaskus.
Deplu Rusia di statemennya menyebutkan bahwa pernyataan Clinton melanggar kesepakatan 30 Juni di Jenewa terkait krisis di Suriah. Para peserta sidang Jenewa sepakat bahwa struktur pemerintahan transisi di Suriah harus mencakup pemerintah Damaskus saat ini, kubu anti pemerintah dan kelompok lainnya serta dibentuk berdasarkan kerelaan seluruh pihak.
Rusia juga menuding Amerika Serikat mengabaikan perjuangan Rusia dan Cina dalam menghadapi upaya internasional menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.
Statemen Deplu Rusia menyebutkan, "Petinggi AS mengatakan bahwa mereka tidak berencana menunggu untuk mengubah sikap Rusia dan Cina. Oleh karena itu, secara transparan mereka berusaha menyelesaikan krisis Suriah sesuai dengan selera mereka sendiri."
Cina dan Rusia hingga kini menveto dua draf anti Suriah di Dewan Keamanan PBB. Draf tersebut menyebutkan sanksi berat terhadap Suriah dan membuka peluang intervensi militer asing ke Damaskus.
Kedua negara yang memiliki hak Veto di Dewan Keamanan ini menekankan krisis di Suriah haris diselesaikan melalui jalur diplomatik dan rakyat negara ini sebagai satu-satunya pihak yang berhak menentukan masa depan mereka.
Suriah dilanda kerusuhan sejak Maret 2011 dan hingga kini korban di pihak militer dan rakyat terus berjatuhan di tangan kelompok teroris asing dukungan Barat dan sejumlah negara Arab.| AT | M | Irib |
