
Istanbul | acehtraffic.com - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin menuduh PBB gagal bertindak atas pemboman udara mematikan Israel di Jalur Gaza, menyebut Israel sebagai "negara teroris" yang "membantai anak tak berdosa."
Dia menuduh Dewan Keamanan PBB "menutup mata" terhadap penderitaan umat Islam di seluruh dunia dan menyerukan "tindakan tulus" untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza, di mana sedikitnya 90 warga Palestina telah tewas sejak kekerasan meletus pada Rabu, sementara tiga orang Israel telah tewas dalam serangan roket militan.
Masyarakat internasional menonton "saat Israel dengan kejam membantai anak-anak tak berdosa di Gaza," kata Erdogan dalam pidato didepan para pemimpin agama negara-negara Muslim yang berkumpul di Istanbul, memberi label Israel "sebagai negara teroris."
Erdogan muncul sebagai pembela setia Palestina pada Januari 2009, ketika ia bergegas keluar dari panel Davos atas blokade Israel terhadap Jalur Gaza.
Hubungan antara Ankara dan Tel Aviv kian tegang setelah pasukan komando Israel menyerbu armada bantuan Turki untuk Gaza di laut Mediterania pada Mei 2010, menewaskan sembilan orang Turki di kapal tersebut.
Erdogan juga mengatakan ia tidak mempercayai PBB.
"Nasib tujuh miliar orang tergantung pada kata-kata para pemimpin dari lima negara," katanya, mengeluh tentang tidak adanya representasi bagi negara-negara Muslim di Dewan Keamanan PBB.
"Jika Anda bertanya kepada saya berapa banyak saya percaya sama PBB, baik, saya tidak percaya," kata Erdogan.
"Ini adalah struktur yang diciptakan di bawah kondisi perang, saat ini manifestasinya tidak adil, struktur tersebut tidak adil." | AT | Z | Al-Arabiya
