Papua | acehtraffic.com- Panglima
Tinggi Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) Distrik
Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Purom Okiman Wenda, mengaku bertanggung jawab
atas penyerangan terhadap rombongan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur
Jenderal Tito Carnavian. Jum''at, 30 November 2012
Rombongan yang menggunakan mobil
yang beriringan sedang melintas dari Wamena menuju Kepolisian Sektor Tiom,
Kabupaten Lany Jaya, Rabu, 28 November 2012. Di antara rombongan juga terdapat
Asisten Intelejen Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Napoleon.
”Iya, kami tembak. Waktu itu ada
satu mobil di depan. Kami lihat dan serang. Mobil di belakang juga kami tembak,
kata Wenda
Menurut Wenda, saat penyerangan
dilakukan, jumlah anggota OPM puluhan orang. Penyerangan menggunakan senjata
laras panjang dan pistol. ”Kami balas ditembak, tapi tidak ada yang kena,
ujarnya.
Rombongan aparat keamanan
Indonesia itu diserang dari jarak sekitar 100 meter. Namun, dalam aksi baku
tembak yang berlangsung sekitar satu jam itu tidak menimbulkan korban.
”Jaraknya dekat saja. Kami tembak mereka lari. Kami juga lari,” ujar Wenda.
Kepala Bidang Humas Kepolisian
Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi I Gede Sumertha Jaya, mengatakan
rombongan sebelumnya meninjau lokasi insiden pembakaran Kantor Polsek Pirime
yang menewaskan tiga anggota polisi.
Usai melakukan peninjauan,
rombongan beranjak ke Tiom. Saat kendaraan yang ditumpangi rombongan berada di
Kampung Indawa, wilayah antara Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, dan Distrik
Makki, Kabupaten Jayawijaya, terjadi penyerangan.
Para pengawal rombongan melakukan
tembakan balasan yang membuat anggota OPM mundur. Konvoi rombongan kemudian
melanjutkan perjalanan ke Tiom. "Kami masih terus mengejar mereka,"
ujar Sumertha.
Sebelumnya rombongan Kapolda
Papua, Inspektur Jenderal Tito Carnavian dan Asintel Kodam XVII Cenderawasih
Kolonel Napoleon, ternyata ditembaki kelompok bersenjata dalam perjalanan dari
Distrik Pirime menuju Tiom, ibu kota Kabupaten Lany Jaya Papua. Kejadian yang
berlangsung Rabu 28 November 2012 sekitar pukul 18 WIT ini membuat rombongan
membela diri. Aksi baku tembak tak terelakkan.
"Rombongan bukan dihadang,
tapi ditembaki saat balik dari Prime," kata juru bicara Polda Papua, Ajun
Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya, Kamis, 29 November 2012.
Menurut Gede Sumerta, rombongan
itu sebelumnya meninjau lokasi penyerangan Kantor Polsek Pirime yang menewaskan
tiga anggota polisi, di Distrik Pirime, Selasa, 27 November 2012.
Usai
inspeksi, Kapolda Tito dan rombongan akan beranjak ke Tiom. Beriringan dengan
kendaraan roda empat, mobil rombongan diserang sekelompok orang, tepatnya di
Kampung Indawa, antara Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya dan Distrik Makki,
Kabupaten Jayawijaya. Serangan ini dilakukan dari arah gunung.
Diserang, pengawal Kapolda dan
Asintel Kodam, melawan balik. Kontak senjata ini berlangsung sekitar satu jam.
Tapi, mereka berhasil dipukul mundur dan mereka kembali masuk ke dalam hutan.
Konvoi Kapolda Papua melanjutkan perjalanan dan berhasil mencapai Tiom.
Sebelumnya pada Selasa, 27
November 2012, Kapolsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Papua, AKP Rolfi Takubesi,
dan dua anggotanya, Brigadir Jefri Rumkorem dan Brigadir Daniel Makuker,
ditembak dan dibakar oleh sekitar 50 orang tak dikenal di Polsek Pirime,
Kabupaten Lany Jaya, Papua.
Baku tembak pada pagi buta itu menewaskan tiga
anggota polisi dan dua penyerang. Penyerang membawa kabur tiga pucuk senjata
organik milik Polsek Pirime, yakni jenis revolver, AR1, dan F5 Sabhara.
Sehari sebelumnya juga terjadi
penembakan di Unurumguay, Kabupaten Jayapura, Papua terhadap anggota Polsek
Unurumguay bernama Brigadir Polisi Gotlif, Senin, 26 November 2012. Korban
selamat dengan luka tembak di kaki.| AT | R | TEMPO|

