
Acehtraffic.com - Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Itulah kalimat terkenal yang terlontar dari mulut sang proklamator, Bung Karno. Namun menurut Titiek Puspa saat ini masyarakat atau generasi penerus bangsa kebanyakan telah lupa akan akar sejarahnya.
Hal tersebut dapat tercermin dari perlakuan generasi muda terhadap para pendahulunya. Tak terkecuali dalam dunia hiburan yang dilakoni oleh Titiek Puspa hingga saat ini.
"Salah satu ciri orang Indonesia senang yang baru, kalau yang lama dilupain. Saya mengetahui sekali itu, saya pun enggak takut ditinggalin. Orang Indonesia emang ga menghargai orang lama. Kita itu kurang menghargai yang namanya sejarah," ucap Titiek Puspa di Pisa Kafe Menteng, Jakarta Pusat 7 November 2012.
Titiek Puspa pun melihat acara-acara di televisi yang semuanya bertemakan anak muda. Hal tersebut menjadikan dirinya merasa sedih karena segi penghargaan kepada para senior sangatlah sedikit.
"Di televisi, mana ada acara buat orang tua, 99 % buat orang muda dan bukan anak kecil. Aku pernah ke Jepang, ada orang tua yang lebih tua dari aku, diundang ada acara mereka. Di sana ketawanya sampai terkencing-kencing karena diberi hiburan untuk menyenangkan orang tua," kisahnya.
Titiek Puspa lantas membandingkan dengan hiburan yang ada di tanah air. "Di sini ga ada, harus yang baru-baru. Kalo udah baru, baru deh dibilang bagus. Aku agak sedih. Baru sekian persen yang bisa menghargai," tandasnya.| AT | M | MR |
Hal tersebut dapat tercermin dari perlakuan generasi muda terhadap para pendahulunya. Tak terkecuali dalam dunia hiburan yang dilakoni oleh Titiek Puspa hingga saat ini.
"Salah satu ciri orang Indonesia senang yang baru, kalau yang lama dilupain. Saya mengetahui sekali itu, saya pun enggak takut ditinggalin. Orang Indonesia emang ga menghargai orang lama. Kita itu kurang menghargai yang namanya sejarah," ucap Titiek Puspa di Pisa Kafe Menteng, Jakarta Pusat 7 November 2012.
Titiek Puspa pun melihat acara-acara di televisi yang semuanya bertemakan anak muda. Hal tersebut menjadikan dirinya merasa sedih karena segi penghargaan kepada para senior sangatlah sedikit.
"Di televisi, mana ada acara buat orang tua, 99 % buat orang muda dan bukan anak kecil. Aku pernah ke Jepang, ada orang tua yang lebih tua dari aku, diundang ada acara mereka. Di sana ketawanya sampai terkencing-kencing karena diberi hiburan untuk menyenangkan orang tua," kisahnya.
Titiek Puspa lantas membandingkan dengan hiburan yang ada di tanah air. "Di sini ga ada, harus yang baru-baru. Kalo udah baru, baru deh dibilang bagus. Aku agak sedih. Baru sekian persen yang bisa menghargai," tandasnya.| AT | M | MR |
