
London | acehtraffic.com - Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memperingatkan Israel berisiko kehilangan simpati internasional jika meluncurkan invasi darat ke Jalur Gaza, sementara Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan kesiapan Tel Aviv untuk memperluas serangan mematikan di wilayah Palestina yang terkepung itu.
"Invasi darat Gaza, Israel akan kehilangan banyak dukungan dan simpati internasional yang mereka miliki dalam situasi seperti ini," kata Hague kepada televisi Sky News pada 18 November.
Komentar Hague muncul setelah Perdana Menteri Israel dilaporkan telah mengatakan kepada kabinetnya bahwa pasukan militer Israel siap untuk "secara signifikan memperluas" agresi mereka terhadap Jalur Gaza.
Setidaknya 63 orang, termasuk 6 wanita dan 15 anak-anak telah tewas akibat serangan udara rezim Israel di wilayah kantong yang diblokade itu sejak November 14.
Para pengamat percaya bahwa pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris pada hari kelima serangan Israel terhadap Gaza bukanlah bentuk penentangannya terhadap perang tersebut melainkan dari pendapatnya bahwa masuknya rezim Israel ke Gaza akan menjadi permulaan perang di daerah tersebut, yang dianggap sebagai insiden terburuk bagi Israel.
Sebelumnya pada pekan ini, Hague menyalahkan gerakan perlawanan Palestina, Hamas, atas meningkatnya kekerasan di daerah tersebut, meskipun serangan tanpa henti diluncurkan oleh rezim apartheid Israel terhadap Jalur Gaza.
Posisi Hague tidak mengherankan karena ia adalah anggota dari Sahabat Konservatif Israel (Conservative Friends of Israel/CFI), yang merupakan kelompok parlemen Inggris yang didedikasikan untuk penguatan hubungan antara Inggris dan Israel. | AT | Z | PressTV
