
Acehtraffic.com - Ledakan yang mengguncang sekitar Damaskus, ibukota Suriah mengakibatkan 50 orang tewas atau terluka.
Insiden ledakan bom di wilayah Qudsaya, di sekitar Damaskus menewaskan 10 warga sipil dan menciderai 40 orang lainnya. Demikian dilaporkan AFP.
Menurut sumber ini, insiden tersebut dipicu oleh aktivnya sejumlah bahan peledak. Sebelumnya di hari Senin (5/11), insiden ledakan bom mobil di dekat gedung instansi pemerintah Suriah di wilayah al-Ghab, Provinsi Hama menewaskan 50 tentara.
Milisi bersenjata diaksinya di negara ini telah mengalami kekalahan dari militer dan mengubah strateginya dengan melakukan aksi teror, peledakan bom serta pembantaian massal warga sipil.
Milisi bersenjata di Suriah sejak Maret 2011 dengan dukungan pihak asing termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki dan Amerika serta sejumlah negara Barat mengobarkan kerusuhan di sejumlah kota Suriah.
Dengan membantai warga sipil, milisi bersenjata dukungan Barat ini berusaha menumbangkan pemerintahan Bashar al-Assad yang menjadi penghalang utama arogansi rezim Zionis Israel di kawasan.| AT | M | Irib |
Insiden ledakan bom di wilayah Qudsaya, di sekitar Damaskus menewaskan 10 warga sipil dan menciderai 40 orang lainnya. Demikian dilaporkan AFP.
Menurut sumber ini, insiden tersebut dipicu oleh aktivnya sejumlah bahan peledak. Sebelumnya di hari Senin (5/11), insiden ledakan bom mobil di dekat gedung instansi pemerintah Suriah di wilayah al-Ghab, Provinsi Hama menewaskan 50 tentara.
Milisi bersenjata diaksinya di negara ini telah mengalami kekalahan dari militer dan mengubah strateginya dengan melakukan aksi teror, peledakan bom serta pembantaian massal warga sipil.
Milisi bersenjata di Suriah sejak Maret 2011 dengan dukungan pihak asing termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki dan Amerika serta sejumlah negara Barat mengobarkan kerusuhan di sejumlah kota Suriah.
Dengan membantai warga sipil, milisi bersenjata dukungan Barat ini berusaha menumbangkan pemerintahan Bashar al-Assad yang menjadi penghalang utama arogansi rezim Zionis Israel di kawasan.| AT | M | Irib |
