
Jakarta | Acehtraffic.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai, aksi kekerasan yang dialami sejumlah pewarta di Riau sungguh memprihatinkan. KontraS meminta polisi agar berani mengusut kasus penganiayaan terhadap wartawan Riau TV Robianto beberapa waktu lalu.
"KontraS meminta polisi melalui Kepolisian Daerah Riau untuk berani menegakan hukum terhadap kasus penganiayaan ini dan segera menindaklanjuti laporan korban ke Polsek Bukit Raya, Riau," kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat 16 November 2012.
Haris juga meminta polisi untuk mengambil alih proses hukum penganiayaan dan perampasan harta milik wartawan yang terjadi 16 Oktober 2012 lalu, yang dilakukan Letkol Robert Simanjuntak terhadap Didik saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU, di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
"Kami berpendapat, bahwa pemukulan tersebut merupakan bentuk tindakan kekerasan dan sekaligus teror. Hal ini bisa terus terjadi karena tidak ada penegakan hukum yang efektif ditegakan dalam berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya," papar Haris.
Robianto dipukul empat orang tidak dikenal saat korban baru saja tiba di kediamannya di Jl Arifin Ahmad, Riau. Korban yang baru saja pulang kerja, tiba-tiba dihampiri oleh empat orang tidak dikenal yang turun dari sepeda motor.
Tanpa basa basi, empat pelaku langsung memukuli dan menendang korban, hingga mengakibatkan luka pada bagian perut, dada dan punggung.
Setelah melakukan pemukulan terhadap korban, salah seorang pelaku sempat mengatakan "Kau sudah tahu orang sudah kemalangan, kau ambil juga gambarnya".
Sebelum aksi pemukulan terhadapnya, korban sering mendapatkan ancaman dan terror yang meyebabkan korban harus pindah dari kediamannya.| AT | M | DT |
"KontraS meminta polisi melalui Kepolisian Daerah Riau untuk berani menegakan hukum terhadap kasus penganiayaan ini dan segera menindaklanjuti laporan korban ke Polsek Bukit Raya, Riau," kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat 16 November 2012.
Haris juga meminta polisi untuk mengambil alih proses hukum penganiayaan dan perampasan harta milik wartawan yang terjadi 16 Oktober 2012 lalu, yang dilakukan Letkol Robert Simanjuntak terhadap Didik saat meliput jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU, di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
"Kami berpendapat, bahwa pemukulan tersebut merupakan bentuk tindakan kekerasan dan sekaligus teror. Hal ini bisa terus terjadi karena tidak ada penegakan hukum yang efektif ditegakan dalam berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya," papar Haris.
Robianto dipukul empat orang tidak dikenal saat korban baru saja tiba di kediamannya di Jl Arifin Ahmad, Riau. Korban yang baru saja pulang kerja, tiba-tiba dihampiri oleh empat orang tidak dikenal yang turun dari sepeda motor.
Tanpa basa basi, empat pelaku langsung memukuli dan menendang korban, hingga mengakibatkan luka pada bagian perut, dada dan punggung.
Setelah melakukan pemukulan terhadap korban, salah seorang pelaku sempat mengatakan "Kau sudah tahu orang sudah kemalangan, kau ambil juga gambarnya".
Sebelum aksi pemukulan terhadapnya, korban sering mendapatkan ancaman dan terror yang meyebabkan korban harus pindah dari kediamannya.| AT | M | DT |
