
Acehtraffic.com - Komandan Divisi Udara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan, Tehran akan merespon tegas jika pesawat tanpa awak Amerika Serikat mengulangi penyusupan ke zona udara Iran.
Hal itu dikatakan Hajizadeh pada Minggu 11 November 2012 seperti dilansir IRNA.
Menurutnya, misi pesawat tak berawak AS yang digagalkan oleh militer Iran pekan lalu adalah untuk mengumpulkan data terkait jalur lalu lintas tanker minyak di sekitar Pulau Kharg di selatan negara itu.
"Menurut informasi yang kami miliki, misi pesawat tak berawak AS adalah untuk mengumpulkan data intelijen dan dalam arti lain, spionase," katanya.
Ia menambahkan, drone AS mengumpulkan informasi tentang lalu lintas tanker-tanker minyak di kawasan tersebut, tetapi jet tempur Iran telah menunjukkan reaksi tepat waktu.
"Republik Islam memiliki garis merah yang harus dipahami Amerika dan jika tindakan tersebut diulang, mereka akan benar-benar ditindak," tegasnya.| AT | M | Irib |
Hal itu dikatakan Hajizadeh pada Minggu 11 November 2012 seperti dilansir IRNA.
Menurutnya, misi pesawat tak berawak AS yang digagalkan oleh militer Iran pekan lalu adalah untuk mengumpulkan data terkait jalur lalu lintas tanker minyak di sekitar Pulau Kharg di selatan negara itu.
"Menurut informasi yang kami miliki, misi pesawat tak berawak AS adalah untuk mengumpulkan data intelijen dan dalam arti lain, spionase," katanya.
Ia menambahkan, drone AS mengumpulkan informasi tentang lalu lintas tanker-tanker minyak di kawasan tersebut, tetapi jet tempur Iran telah menunjukkan reaksi tepat waktu.
"Republik Islam memiliki garis merah yang harus dipahami Amerika dan jika tindakan tersebut diulang, mereka akan benar-benar ditindak," tegasnya.| AT | M | Irib |
