Taheran | Acehtraffic.com - Menurut para pejabat Barack Obama adalah sosok yang tidak jauh berbeda dengan Mitt Romney, hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran pun tetap sulit untuk dipulihkan. Namun, para pejabat Negeri Persia itu mengatakan, dialog dengan AS akan terus dilakukan.
"Dialog dengan AS bukanlah hal tabu dan terlarang. Bila hal itu menguntungkan kami, kami siap berdialog dengan AS meski dialog itu dilakukan di dasar neraka," ujar Ketua Dewan HAM Iran Mohammad Javad Larijani, seperti dikutip IRNA, Kamis 8 November 2012.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengingatkan kembali bahwa, hubungan Iran dan AS tidak akan pernah kembali normal. Empat tahun yang lalu, Obama pun sempat berjanji untuk terus bekerja sama dengan Iran, namun kenyataannya, Obama justru aktif menerapkan sanksi ekonomi ke Iran.
"Amerika harus sadar, mereka tidak bisa memaksa negara kami untuk kembali ke meja perundingan. Empat tahun yang lalu, Obama mengumumkan akan adanya kerja sama yang lebih luas dengan Iran," Ujar Ali Larijani.
"Namun dia (Obama) justru menerapkan mekanisme lain dan memberlakukan sanksi yang sangat berat. Warga Iran takkan pernah melupakan kejahatan ini," tegasnya.
Usai hasil Pilpres AS 2012 diumumkan, kantor berita Fars di Iran langsung memberitakannya. Media yang berafiliasi dengan pasukan Garda Revolusi Iran itu memuat headline yang berjudul "Gajah Republik sudah dihancurkan oleh Keledai Demokrat."
Sementara itu stasiun televisi Iran, Press TV, juga melakukan hal yang sama. Mereka memuat headline yang bertajuk, "Penyimpangan Pemilu yang dilapokan oleh warga AS."
Sejumlah fraksi pro-Obama di Iran menolak untuk berkomentar atau menyuarakan sambutannya terhadap kemenangannya. Namun beberapa di antara mereka mengatakan pada Suratkabar Etemaad (media pro-AS) bahwa, Obama akan membuahkan masa depan yang baik bagi Negeri Persia.| AT | M | OZ |
"Dialog dengan AS bukanlah hal tabu dan terlarang. Bila hal itu menguntungkan kami, kami siap berdialog dengan AS meski dialog itu dilakukan di dasar neraka," ujar Ketua Dewan HAM Iran Mohammad Javad Larijani, seperti dikutip IRNA, Kamis 8 November 2012.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengingatkan kembali bahwa, hubungan Iran dan AS tidak akan pernah kembali normal. Empat tahun yang lalu, Obama pun sempat berjanji untuk terus bekerja sama dengan Iran, namun kenyataannya, Obama justru aktif menerapkan sanksi ekonomi ke Iran.
"Amerika harus sadar, mereka tidak bisa memaksa negara kami untuk kembali ke meja perundingan. Empat tahun yang lalu, Obama mengumumkan akan adanya kerja sama yang lebih luas dengan Iran," Ujar Ali Larijani.
"Namun dia (Obama) justru menerapkan mekanisme lain dan memberlakukan sanksi yang sangat berat. Warga Iran takkan pernah melupakan kejahatan ini," tegasnya.
Usai hasil Pilpres AS 2012 diumumkan, kantor berita Fars di Iran langsung memberitakannya. Media yang berafiliasi dengan pasukan Garda Revolusi Iran itu memuat headline yang berjudul "Gajah Republik sudah dihancurkan oleh Keledai Demokrat."
Sementara itu stasiun televisi Iran, Press TV, juga melakukan hal yang sama. Mereka memuat headline yang bertajuk, "Penyimpangan Pemilu yang dilapokan oleh warga AS."
Sejumlah fraksi pro-Obama di Iran menolak untuk berkomentar atau menyuarakan sambutannya terhadap kemenangannya. Namun beberapa di antara mereka mengatakan pada Suratkabar Etemaad (media pro-AS) bahwa, Obama akan membuahkan masa depan yang baik bagi Negeri Persia.| AT | M | OZ |

