News Update :

Irak Batalkan Kontrak Pembelian Senjata dengan Rusia

Minggu, 11 November 2012



Acehtraffic.com - Para pejabat Irak menyatakan bahwa Baghdad tengah mempertimbangkan kembali rencana untuk membeli senjata senilai 4,2 miliar dolar dari Rusia atas kecurigaan adanya "korupsi" dalam kesepakatan pembelian tersebut.

Ali Mussawi, juru bicara Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki,  pada Sabtu 10 November 2012 mengatakan bahwa ketika Maliki kembali dari Rusia, ia mempunyai sejumlah kecurigaan terkait korupsi dalam kesepakatan, sehingga ia memutuskan untuk meninjau kembali seluruh kesepakatan pembelian senjata dengan Moskow.

"Kesepakatan itu dibatalkan," tandas Mussawi.
 
"Kami sekarang telah memulai negosiasi baru dengan Moskow karena kami menginginkan senjata," imbuhnya.
 
Sementera itu, Menteri Pertahanan Irak Saadun al-Dulaimi yang menegosiasikan kesepakatan tersebut secara langsung menegaskan bahwa tidak ada yang dibatalkan.

"Kami masih negosiasi," kata al-Dulaimi dalam konferensi pers.
 
Sumber-sumber Rusia menyebutkan bahwa pembatalan itu karena tekanan dari Amerika Serikat.
 
Pada bulan Oktober, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dan Maliki menandatangani perjanjian jual beli senjata antarkedua belah pihak.
 
Dalam kesepakatan tersebut Irak akan membeli 30 helikopter serbu jenis Mi-28 dan 42 sistem rudal pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1.
 
Kesepakatan ini ditandatangani melalui tiga tahap pada bulan April hingga Agustus 2012 oleh menteri pertahanan Irak.
 
Koran Vedomosti dalam laporannya menyebutkan bahwa kontrak penjualan senjata tersebut merupakan kontrak terbesar Rusia dengan negara asing sejak tahun 2006.| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016