London | Acehtraffic.com - Dingin, daun kuning dan merah berguguran dan berserakan, sementara di jalan raya lalu lintas macet di London, Inggris. Namun, Ratu Elizabeth II, keluarga besar Istana Buckingham, dan Pemerintah Inggris hangat, ramah, dan memberi sambutan megah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono.
Pasukan berkuda dan pasukan kehormatan kerajaan digelar, Rabu 31 Oktober 2012, di sebuah lapangan berkerikil lembut. Dentuman meriam, dentang lonceng raksasa, dan lagu kebangsaan kedua negara mengiringi. Setelah upacara, rombongan resmi dari Indonesia diangkut sejumlah kereta berkuda ke Istana Buckingham. Angin dan hujan rintik-rintik pada akhir musim gugur menyaksikan semua ini. Satu jam sebelum upacara, para wartawan dari Indonesia sudah datang lebih dulu untuk menikmati suasana dan berfoto-foto.
Malam harinya, di dalam istana, Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip menyelenggarakan jamuan makan malam bagi Presiden dan Ny Ani Yudhoyono. Dua jam sebelum jamuan itu digelar, para wartawan Indonesia diperkenankan masuk dan melihat sendok, garpu, buah-buahan, dan berbagai peralatan untuk jamuan. Untuk setiap acara yang akan dihadiri Presiden, wartawan memang harus datang lebih dahulu meskipun kerap tidak mengikuti secara langsung ketika acara digelar.
Saat para wartawan datang, korps musik kerajaan mengalunkan lagu Imagine ciptaan John Lennon. Setelah melihat sendok, garpu, dan peralatan jamuan sambil menghayati lagu Imagine, wartawan menyaksikan perjamuan dari layar lebar di sebuah ruang di dalam istana.
Acara di istana ini tentu membawa kenangan sendiri bagi para wartawan. Ada nasihat Presiden kepada semua anggota rombongan yang diharapkan menjadi ”Indonesia incorporated”. ”Kita harus jadi tamu yang baik seperti halnya bila kita jadi tuan rumah yang baik. Di mana bumi kita berpijak, kita junjung langit. Kita perlu menghayati, pepatah lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya,” begitu nasihat Presiden.
Dipuji Ratu
Dalam pidatonya di perjamuan, Ratu Elizabeth mengemukakan perlunya memperkuat kerja sama dan persahabatan Indonesia-Inggris. Ia mencatat sejarah pertemuan kedua bangsa ini sejak ratusan tahun silam. Ia mengharapkan kerja sama energi, kesehatan, pendidikan, menghadapi perubahan iklim, kehutanan, lingkungan hidup, pertahanan, dan lain sebagainya. Ia memuji kepiawaian Yudhoyono memimpin Indonesia.
Dalam sambutannya, Yudhoyono berterima kasih atas keramahan Ratu Elizabeth II, keluarga besar Istana Buckingham, dan Pemerintah Inggris menyambutnya dan rombongan pejabat dari Indonesia.
Dalam rombongan Indonesia itu, ada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, serta Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Ada juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie.
Dari lingkaran Istana Kepresidenan, ada Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmansyah, serta Kepala Biro Pers DJ Nachrowi.
Selain bersama Ny Ani Yudhoyono, Presiden juga menyertakan kedua putranya, yakni Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam rombongan.
Selain mereka yang disebut, masih banyak anggota rombongan yang belum ditulis di sini. Banyak sekali. | AT | H | KP | Kompas Cetak |

