Subussalam | Acehtraffic.com- Ruas jalan negara yang menghubungkan Subulussalam dengan Tapaktuan, Aceh Selatan amblas seluas 4x2 meter dengan kedalaman hampir tiga meter di tikungan sebuah patah, Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam.
Kondisi badan jalan yang amblas tersebut cukup parah dan rawan kecelakaan karena jalan yang tersisa hanya bisa dilalui dari satu arah.
Pantauan Serambi di lapangan, Selasa 6 November 2012, amblasnya jalan tersebut mengakibatkan lubang besar di tengah jalan negara, sehingga mengancam jalur transportasi Aceh-Medan karena ruas jalan beraspal yang tersisa hanya separuh.
”Kalau ini tidak segera diperbaiki bukan saja akan tambah parah tapi bisa memicu kecelakaan, karena mobil dari dua arah harus berjalan satu jalur apalagi ini kan tikungan,” kata Husni, seorang pengguna jalan.
Pada bagian jalan sebelah kiri dari Subulussalam arah Tapaktuan tersebut terlihat separuh lempeng aspal pelapis permukaan jalan itu sudah remuk dan terancam runtuh sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan. Sementara lempeng aspal separuhnya lagi posisinya pun rawan karena berada di tikungan sehingga dapat menyebabkan kelelakaan lalu lintas.
Sayang, tidak terdapat satupun rambu-rambu soal adanya jalan rusak yang rawan kelecakaan dipasang instansi terkait. Sehingga hal ini semakin memicu kecelakaan terutama bagi pengendara yang tidak memahami medan jalan. Di sana hanya ada sejumlah batu dan kayu yang diletakkan oleh warga.
Sejumlah pengguna jalan meminta pemerintah melalui instansi terkait segera memperbaiki jalan tersebut mengingat sangat vital bagi masyarakat Aceh pantai barat selatan. Harapan serupa juga diutarakan para sopir angkutan umum maupun truk. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki jalan raya sehingga perjalanan lancar kembali.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang amblas sehingga lalu lintas kembali normal, jangan sampai berlarut-larut nanti bisa putus, apalagi musim penghujan tanahna yang labil rawan longsor,” ujar Yudi, seorang sopir angkutan umum.| AT | R | SERAMBI|
Pantauan Serambi di lapangan, Selasa 6 November 2012, amblasnya jalan tersebut mengakibatkan lubang besar di tengah jalan negara, sehingga mengancam jalur transportasi Aceh-Medan karena ruas jalan beraspal yang tersisa hanya separuh.
”Kalau ini tidak segera diperbaiki bukan saja akan tambah parah tapi bisa memicu kecelakaan, karena mobil dari dua arah harus berjalan satu jalur apalagi ini kan tikungan,” kata Husni, seorang pengguna jalan.
Pada bagian jalan sebelah kiri dari Subulussalam arah Tapaktuan tersebut terlihat separuh lempeng aspal pelapis permukaan jalan itu sudah remuk dan terancam runtuh sehingga tidak bisa lagi dilalui kendaraan. Sementara lempeng aspal separuhnya lagi posisinya pun rawan karena berada di tikungan sehingga dapat menyebabkan kelelakaan lalu lintas.
Sayang, tidak terdapat satupun rambu-rambu soal adanya jalan rusak yang rawan kelecakaan dipasang instansi terkait. Sehingga hal ini semakin memicu kecelakaan terutama bagi pengendara yang tidak memahami medan jalan. Di sana hanya ada sejumlah batu dan kayu yang diletakkan oleh warga.
Sejumlah pengguna jalan meminta pemerintah melalui instansi terkait segera memperbaiki jalan tersebut mengingat sangat vital bagi masyarakat Aceh pantai barat selatan. Harapan serupa juga diutarakan para sopir angkutan umum maupun truk. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki jalan raya sehingga perjalanan lancar kembali.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang amblas sehingga lalu lintas kembali normal, jangan sampai berlarut-larut nanti bisa putus, apalagi musim penghujan tanahna yang labil rawan longsor,” ujar Yudi, seorang sopir angkutan umum.| AT | R | SERAMBI|

