
Teheran | acehtraffic.com - Website Iran diserang sebanyak 14.000 kali dalam setiap hari, kata Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Reza Taqipour, ISNA melaporkan.
Taghipour mengatakan bahwa sebagian besar serangan itu sedang dilakukan dengan menggunakan program spyware.
"Pemerintah sendiri tidak mampu menangani dan mengendalikan semua serangan online itu. Hal ini diperlukan bagi masyarakat untuk membantu membangun moral dan sosial keamanan online," kata Taghipour.
Berbicara soal internet mempengaruhi dan merusak keluarga, Taghipour mengatakan bahwa hal itu terjadi di mana-mana, dalam masyarakat Barat juga.
"Karena tidak semua informasi sensitif dapat ditempatkan secara online, kami sedang bekerja untuk menciptakan jaringan nasional yang akan berfungsi di dalam Iran," kata Taghipour.
Iran telah bekerja membangun jaringan nasional dalam beberapa waktu sudah. Rencananya adalah memisahkan internet, dan jaringan lokal, untuk memastikan para penyerang mungkin akan memiliki perisai tambahan sebelum mereka menyerang.
Ahli Iran mengaku bahwa setelah jaringan nasional akan dibentuk dan akan berfungsi secara penuh, itu akan meningkatkan keamanan internet secara keseluruhan.
Pada bulan September, Taghipour mengatakan bahwa semua provinsi Iran akan memiliki akses baik internet umum, maupun jaringan nasional yang aman, Oktober mendatang.
Pada tanggal 26 Agustus, Taghipour mengatakan Iran berencana untuk meluncurkan sejumlah mesin pencari internet buatan sendiri dalam beberapa bulan ke depan, dalam upaya untuk memudahkan pencarian web untuk pengguna Iran.
Pada bulan Juli lalu, Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Sayyid Mas'ud Jazayeri mengatakan angkatan bersenjata Iran akan mendirikan markas pertahanan cyber untuk perlindungan online dan pemantauan ancaman. | AT | Z | trend.az
