News Update :

Sebagian Warga Rote Ndao Tak Memiliki Listrik

Kamis, 04 Oktober 2012

Kupang | Acehtraffic.com - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengaku lebih dari separuh warganya belum menikmati listrik. "Dari 29.827 rumah, baru sekitar 12 ribu rumah yang terlayani listrik," kata Bupati Rote Ndao, Lens Haning, di rumah dinasnya, Rabu malam, 3 Oktober 2012.

Sekitar 12 ribu rumah penduduk itu memperoleh fasilitas listrik melalui jaringan listrik, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta solar cell yang disebut Super Ekstra Hemat Energi (Sehen).

Lens mengatakan pemerintah bersama PT PLN (Persero) menargetkan untuk memberi penerangan kepada sekitar 8.000 rumah akhir tahun ini. Sebanyak 1.000 rumah akan dialiri dengan listrik 1.000 kilowatt per hour (kWh) dengan kabel jaringan. Sedangkan sekitar 7.000 rumah lainnya akan menerima fasilitas Sehen.

Setelah 31 Desember 2012, menurut Lens, pemerintah pun masih memiliki tanggung jawab untuk memberi penerangan bagi lebih dari 9.000 rumah penduduk setempat. Ia mengungkapkan, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal berencana memberikan bantuan untuk membangun PLTS bagi 3.716 rumah.

Lens menuturkan, Rote memiliki motto "habis gelap terbitlah terang". "Tapi kenyataannya yang ditemukan masih gelap," ujarnya. Rote Ndao memiliki 7 kelurahan, 10 kecamatan, serta 82 desa. Belum semua wilayah kabupaten yang dihuni lebih dari 130 ribu jiwa tersebut sudah mendapatkan penerangan.

Salah satu wilayah yang masih minim penerangan adalah desa Donggo, Kecamatan Oenitas, Kabupaten Rote Ndao. Jarak antara satu rumah dan yang lainnya bisa mencapai 100 meter. Tidak ada penerangan jalan sama sekali di wilayah tersebut.

Jaringan listrik pun belum menjangkau desa tersebut. Warga masih menggantungkan kebutuhan penerangan pada lampu Sehen. Lampu Sehen merupakan lampu bertenaga surya dengan daya 3 watt. Namun, jumlah lampu Sehen di Desa Donggo pun masih terbatas.

Satu paket Sehen terdiri dari 3 lampu berdaya masing-masing 3 watt tersebut belum cukup menerangi rumah tradisional warga yang beratapkan daun rumbia. Seorang warga setempat, Yusuf Boboi, 60 tahun, berharap PLN dapat menambah satu lampu lagi untuk setiap paket Sehen.

Yusuf menyatakan warga setempat memang sangat membutuhkan penerangan. Sebelum Sehen hadir pada Februari silam, ia menggunakan biji kosambi dan lampu minyak untuk penerangan. "Kami salah apa, Rote Barat masih gelap?" ujarnya.
| AT | M | TO |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016