News Update :

Pesawat Penumpang Suriah Dicegat Jet Tempur Turki

Kamis, 11 Oktober 2012

Ankara | acehtraffic.com - Jet tempur Turki, pada hari Rabu, memaksa sebuah pesawat penumpang  milik  maskapai penerbangan Suriah untuk mendarat di sebuah bandara ibukota Ankara karena dicurigai membawa senjata.

Sebagaimana dilansir TodaysZaman, Rabu, 10 Oktober 2012, sebuah Airbus A320 yang datang dari Moskow dicegat oleh F16 jet karena memasuki wilayah udara Turki dan dikawal sampai ke Bandara Esenboğa. Stasiun itu mengatakan pihak berwenang mencurigai pesawat itu membawa senjata berat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Turki menemukan peralatan komunikasi militer dan menyita bagian yang dapat digunakan dalam rudal. Pesawat itu dikirim ke Damaskus dengan 37 penumpang dan awak pesawat.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan jaringan media Turki pada akhir Rabu bahwa berdasarkan informasi intelijen menyebutkan bahwa pesawat Suriah membawa "kargo non-sipil" dan "materi dilarang."

Dia mengatakan, pesawat itu dipaksa mendarat karena ada informasi bahwa pesawat itu mungkin membawa "peralatan tertentu yang melanggar aturan penerbangan sipil."

Langkah itu muncul di tengah ketegangan antara Turki dan Suriah, yang telah saling menembak artileri di perbatasan bergejolak dalam seminggu terakhir. Davutoglu mengatakan Turki memiliki hak di bawah hukum internasional untuk menyelidiki pesawat sipil yang diduga membawa bahan militer.

Menteri luar negeri Turki, seperti dikutip TodaysZaman menyebutkan bahwa apa pun inspektur temukan di pesawat itu, Turki akan bertindak sesuai dengan hukum internasional dan menolak untuk mengungkap sumber intelijen yang diperoleh oleh Turki.

Kepala Badan Penerbangan Sipil Turki Bilal Eksi mengatakan ada 37 penumpang dan awak di dalam pesawat itu. Menurut bandara Vnukovo Moskow, penerbangan RB442 berangkat ke Damaskus pada 03:26 sore waktu Moskow . Namun, tidak dijelaskan apakah ini pesawat yang dicegat.

Rusia, tempat pesawat Suriah itu lepas landas, merupakan salah satu sekutu terdekat Assad yang tersisa dan telah menghalangi resolusi PBB yang lebih keras terhadap Damaskus.

"Sekali dalam seminggu pesawat Airlines Suriah terbang dari Moskow menuju Damaskus," lapor Interfax,  Juru bicara Bandara Vnukovo, Yelena Krylova mengatakan. "Pesawat itu lepas landas secara normal, tidak ada insiden."

Seperti dikutip Interfax, dia mengatakan sebanyak 25 orang berada di pesawat itu yang merupakan pesawat carter. Pesawat itu seharusnya berangkat pukul 15:06, tetapi terlambat 20 menit.

Davutoglu mengatakan penumpang dirawat "hospitably" dan diberikan makanan sementara kargo pesawat sedang diperiksa.

Pejabat kementerian luar negeri dan informasi Suriah belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintah Turki menyatakan wilayah udara Suriah tidak aman dan menghentikan pesawat Turki  untukterbang melintasi negara yang dilanda perang sipil itu, kata Departemen Luar Negeri.

Namun, para pengamat menilai bahwa Turki membuat keputusan itu untuk menghindari pembalasan yang sama dari pihak Suriah terhadap pesawat Turki.

Ketika ditanya apakah pesawat itu membawa senjata, Davutoglu menolak berkomentar dan mengatakan bahan tersebut dilarang dibawa oleh kargo sipil.

"Kami bertekad untuk mengontrol transfer senjata ke sebuah rezim yang melakukan pembantaian brutal terhadap warga sipil tersebut. Tidak dapat diterima bahwa pemindahan tersebut dilakukan dengan menggunakan wilayah udara kami," tambah Davutoglu.

Dia mengatakan Turki akan terus menyelidiki pesawat sipil Suriah yang menggunakan wilayah udaranya.

Sebelumnya pada Rabu, kepala militer Turki berjanji akan merespon dengan kekuatan lebih banyak mengenai penembakan dari Suriah, menjaga tekanan terhadap tetangganya dibagian selatan sehari setelah NATO mengatakan berdiri siap untuk membela Turki.

Turki telah memperkuat perbatasan dengan senjata artileri dan jet tempur juga dikerahkan lebih banyak ke pangkalan udara dekat wilayah perbatasan sejak penembakan dari Suriah yang menewaskan lima warga sipil Turki pekan lalu. | AT | Z | TodaysZaman
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016