News Update :

Penumpang Perempuan ini Melahirkan di Pesawat

Rabu, 10 Oktober 2012

Moscow | Acehtraffic.com - Apa jadinya kalau penumpang perempuan melahirkan di pesawat? Di ketinggian 33.000 kaki, seorang traveler perempuan melahirkan bayinya, dibantu penumpang, pramugari, dan pilot. Syukurlah sang ibu dan bayinya selamat!

Dilansir dari situs berita Rusia, RT, Rabu 10 Oktober 2012, Aeroflot, salah satu maskapai penerbangan di Rusia, menjadi saksi bisu atas peristiwa ini. Uniknya, kelahiran bayi perempuan kali ini jadi yang kedua terjadi di maskapai ini. Sebelumnya, tahun 2005 terdapat bayi laki-laki yang lahir di dalam pesawat.

Awalnya, Aeorflot akan melakukan penerbangan dari Kota Simferopol di Ukraina menuju Moskow, ibukota Rusia. Setelah 25 menit dari lepas landas, seorang wanita yang usia kehamilannya mencapai 30 minggu atau sekitar 8 bulan mengeluh sakit di perutnya. Lalu, ketubannya pun pecah.

Pramugari langsung menempatkan wanita tersebut di bagian belakang pesawat. Dalam sesaat, wanita ini berujar ingin melahirkan. Pilot pun langsung meminta pendaratan darurat di Kharkiv, Ukraina.

Beruntung, ada suster di dalam pesawat tersebut. Mereka adalah Anastasia Kozlova dan Sofia. Dengan sigap, mereka membantu wanita yang akan melahirkan ini. Proses kelahiran bayi pun terjadi dengan peralatan seadanya. Namun, ada suatu kejadian yang tak diduga. Setelah sekitar 12 menit dilahirkan, ternyata sang bayi tidak bernafas!

"Saya tahu kasus seperti itu, dokter kandungan biasanya menggunakan perangkat khusus seperti pompa listrik untuk memompa cairan dari mulut dan hidung bayi untuk membebaskan saluran udara bayi. Karena tidak ada pompa listrik, saya harus menyedot lendir keluar melalui mulut," kata Sofia.

Apa yang terjadi setelah itu? Bayi tersebut masih diam tidak bernafas. Suster pun terus memberikan bantuan agar sang bayi selamat. Segala cara dilakukan!

"Setelah menghapus lendir, Sofia melakukan CPR dan memijat dada bayi dengan lembut. Lalu, bayi tersebut terlihat bernafas dan menangis," kata salah seorang penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.

Setelah mendarat, sang ibu dan bayinya langsung dilarikan ke rumah sakit. Dokter pun memuji tindakan suster yang membantu proses kelahiran bayi tersebut. Tindakan suster dinilai sangat tepat untuk menyelamatkan nyawa bayinya. Menurut layanan pers Bandara Kharkiv, bayi perempuan tersebut memiliki berat 1,05 kilogram dan berada dalam 'kondisi memuaskan'.

Sebagian besar perusahaan penerbangan internasional, menginzinkan ibu hamil untuk terbang dalam hingga 35 minggu kehamilan. Asalkan, mereka berada dalam kondisi kesehatan yang baik. | AT | H | DT |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016