News Update :

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran: Bangsa Iran Tidak Akan Menyerah

Kamis, 04 Oktober 2012



Acehtraffic.com - Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai tujuan utama eskalasi represi terhadap bangsa Iran adalah untuk memaksa bangsa ini menyerah. "Bangsa Iran tidak akan pernah bersedia menyerah terhadap segala bentuk tekanan dan yang membuat musuh marah adalah tekad bangsa Iran ini," tegas Rahbar.

Menurut laporan Fars News, Rahbar Rabu pagi 3 Oktober 2012 saat bertemu dengan seribu pemuda berprestasi Iran menekankan pentingnya menjaga dan memperkokoh iklim hangat dan semangat saat ini di antara para pemuda berprestasi, menyediakan fasiliatas bagi kemajuan sains mereka yang berprestasi, memperkuat semangat dan rasa bertanggung jawab para pemuda berprestasi terhadap masa depan bangsa serta tidak merasa puas dengan kemajuan yang telah dicapai.

"Berkat inayah Allah Swt dan dengan mengandalkan kekayaan sumber daya manusianya berupa para pemuda yang berpotensi dan resistensi menghadapi semua tekanan, bangsa Iran akan berhasil melalui semua ganjalan yang ada untuk mencapai puncak kejayaan," tegas Rahbar.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu, Ayatollah al-Udzma Khamenei menyampaikan ucapan selamat kepada para pemuda elit berprestasi atas taufik yang dicapai dalam rangka aktualisasi potensi dan kemampuan yang ada. Kepada para pemuda, beliau menandaskan, "Kalian semua, para pemuda yang tercinta, tidak semestinya puas dengan prestasi yang sudah dicapai. Yang mesti dilakukan adalah menjadikan benih yang sudah ditanam ini menjadi tunas kokoh yang di semua kondisi akan memberikan buahnya yang manis yang bisa dinikmati oleh negara dan bangsa ini, juga sejarah dan akhirnya semua umat manusia."

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung pandangan dan usulan yang disampaikan beberapa pemuda berprestasi di awal pertemuan itu seraya menyebutnya sebagai pandangan dan pemikiran yang cermat dan didasari oleh pemikiran yang mendalam, kejujuran dan kesucian. Beliau mengimbau para pejabat negara untuk memperhatikan pandangan-pandangan tersebut dan mempelajarinya dengan seksama.

"Ketika para pemuda sedemikian bersemangat, optimis, bernas dan penuh rasa tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan mereka tentang kemajuan dan masa depan negara, maka terciptalah kondisi yang sangat menarik. Semangat seperti ini harus ditubuhkembangkan di tengah para pemuda khususnya kalangan muda berprestasi," imbuh beliau.

Rahbar mengingatkan pesan Imam Khomeini (ra) setelah kemenangan yang diraih pasukan Islam dalam operasi militer Tariq al-Qods di masa Perang Pertahanan Suci, seraya menambahkan, "Dalam pesan itu, Imam Khomeini menyebut pendidikan para pemuda yang sudah berhasil mengukir kemenangan di saat-saat yang sangat sulit itu sebagai ‘fathul futuh' atau kemenangan terbesar revolusi Islam. Kini, semangat dan rasa tanggung jawab para pemuda berprestasi akan masa depan negara juga bisa disebut fathul futuh revolusi Islam."

Seraya menyatakan bahwa mempertahankan semangat ini akan membuahkan keuntungan bagi negara dan bangsa dalam memanfaatkan kelebihan para pemuda berprestasi, beliau mengatakan, "Ketika seorang pemuda elit berprestasi dengan semangat dan motivasi seperti ini mengarungi perjalanan untuk kemajuan keilmuan berarti telah menjadikan modal pribadinya yang berupa prestasi menjadi modal kekayaan bagi negara yang akan dimanfaatkan oleh semua.
| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016