Filipina | Acehtraffic.com- Presiden Filipina, Benigno Aquino mengatakan pemerintah Filipina telah menyetujui kerangka kesepakatan perjanjian damai dengan kelompok pemberontak, Front Pembebasan Islam Moro, MILF.
Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi diantara kedua pihak yang telah berlangsung lama untuk mengakhiri konflik yang terjadi selama sekitar 40 tahun terakhir.

Salah satu hal yang akan diatur dalam perjanjian damai itu diantaranya adalah tentang pembentukan kawasan otonomi baru di kawasan selatan tempat berdiam banyak penduduk Filipina yang memeluk agama Islam.
Presiden Aquino juga mengatakan bahwa kawasan otonomi baru ini nantinya akan dinamakan dengan Bangsamoro. Laporan menyebutkan perjanjian damai itu akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Filipina memang kerap direpotkan dengan kondisi yang tidak stabil di kawasan selatan negara itu. Konflik berkepanjangan juga telah mengakibatkan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut lumpuh dan tidak berkembang.Sementara korban jiwa yang terjadi di antara kedua belah pihak selama konflik berlangsung diperkirakan mencapai lebih dari 120 ribu jiwa.
Motif ekonomi
Meski masih akan ada sejumlah masalah pasca kesepakatan damai namun perjanjian ini merupakan pertanda yang cukup signifikan bagi perbaikan hubungan keduanya yang selama ini kerap diselimuti rasa saling curiga.
MILF selama ini kerap menaruh curiga terhadap pembicaraan damai yang digagas oleh Filipina.
Kesepakatan kali ini juga boleh jadi dipicu oleh prospek pengelolaan sumber daya alam yang akan menghasilkan banyak keuntungan bagi kedua pihak di masa depan.
Kawasan laut Sulu yang berada di sekitar Mindanao saat ini diperkirakan memiliki cadangan gas, minyak dan sumber mineral lainnya yang cukup besar dan diperkirakan memiliki nilai hingga US$312 miliar.Pengelolaan kawasan ini sendiri bisa berjalan baik jika kondisi keamanan kawasan itu berlangsung stabil. | AT | R | BBC |

