Yangon | Acehtraffic.com - Sekitar 100 biksu di Myanmar menggelar aksi unjuk rasa di jalanan ibukota Yangon. Mereka memprotes aksi pembakaran dan pengrusakan kuil-kuil dan rumah warga Buddha di Bangladesh.
Para biksu ini melakukan aksi protesnya di depan gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Bangladesh di Yangon. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'The Earth Is for Everyone, Not Only for Muslims' dan juga bertuliskan 'Stop Insulting Buddhism'.
Aksi ini berlangsung damai tanpa bentrokan sedikitpun. Ketika polisi yang berjaga di lokasi meminta para biksu untuk membubarkan diri, unjuk rasa ini pun berakhir. Demikian seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu, 6 Oktober 2012.
Ketegangan sektarian terus muncul di wilayah perbatasan Myanmar dan Bangladesh sejak Juni lalu. Konflik antara umat Buddha di Myanmar dan warga Muslim Rohingya di wilayah Rakhine, Myanmar, berujung pada bentrokan berdarah yang menewaskan puluhan orang. Pemerintah Myanmar dan sebagian besar warga Myanmar menganggap para warga Rohingya tersebut merupakan imigran ilegal dari Bangladesh, yang tinggal di wilayahnya tanpa izin.
Aksi kekerasan terhadap sejumlah tempat ibadah umat Buddha di Bangladesh dimulai pada Sabtu, 29 September 2012 malam di wilayah Ramu, Cox's Bazaar. Aksi ini dipicu oleh klaim bahwa seorang pria penganut Buddha yang tinggal di Ramu telah memposting gambar yang menghina Alquran dalam akun Facebook-nya. Dengan cepat aksi tersebut meluas ke sejumlah wilayah lain di Bangladesh.
Sedikitnya 11 kuil Buddha di wilayah Cox's Bazaar dibakar dan 7 kuil lainnya dirusak. Kepolisian setempat menyatakan, 25 ribu orang di Bangladesh terlibat aksi ini. Menteri Dalam Negeri Bangladesh Mohiuddin Khan Alamgir menyalahkan para ekstremis Islam atas aksi kekerasan ini. Terkait aksi ini, otoritas Bangladesh telah menahan nyaris 300 orang yang diduga terlibat dalam pembakaran dan pengrusakan tersebut.
Selain di Myanmar, aksi protes serupa juga terjadi di Bangkok, Thailand dan Kolombo, Sri Lanka. | AT | H | DT |

