

Jerusalem | acehtraffic.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis sebuah pesawat drone terbang sekitar 35 mil (55 km) akhir pekan lalu ke wilayah Israel sebelum ditembak jatuh oleh tentara Israel, dikirim oleh kelompok Hizbullah Libanon dukungan-Iran.
Dalam sebuah pernyataan dari kantornya, kepada Reuters, Netanyahu mengatakan selama tur ke perbatasan selatan dengan Mesir bahwa Israel akan "bertindak dengan tekad untuk mempertahankan perbatasannya", seperti yang "kita gagalkan atas upaya Hizbullah akhir pekan lalu" untuk menembus wilayah udara Israel.
Di bawah pengawasan jet tempur Israel, drone tersebut ditembak jatuh pada hari Sabtu di hutan dekat wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Pejabat Pertahanan Israel langsung menuduh Hizbullah - yang bertempur melawan Israel pada perang tahun 2006 – mengirim pesawat itu.
Sebelumnya, Hizbullah telah meluncurkan sebuah pesawat tanpa awak ke Israel melintasi perbatasan utara dengan Libanon.
Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah seperti dikutip beberapa waktu kemudian mengatakan bahwa organisasinya memang meluncurkan pesawat tak berawak, AFP melaporkan.
"Ini hanya bagian dari kemampuan kami," tegasnya, seraya menambahkan bahwa Israel telah mengakui kegagalan keamanan mereka meskipun telah disediakan teknologi terbaru oleh kekuatan Barat.
Militer Israel merilis sebuah klip video berdurasi 10 detik, menunjukkan, saat pesawat kecil tak dikenal sebelum dihancurkan oleh rudal yang ditembakkan oleh sebuah jet tempur.
Pada tahun 2010, sebuah pesawat perang Israel menembak jatuh sebuah balon tampaknya tak berawak di dekat reaktor nuklir Dimona di Israel selatan. | AT | Z | Reuters
