Banda Aceh | acehtraffic.com- -
Masyarakat Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, diminta mewaspadai banjir
menyusul tingginya curah hujan di wilayah itu, kata Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) setempat Mawardi.
"Perlu diwaspadai untuk
meminimalisir kerugian harta benda dan korban jiwa karena curah hujan
diperkirakan masih tinggi hingga beberapa hari mendatang," katanya saat
dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.
Sejumlah desa di Nagan Raya
dilanda banjir akibat meluapnya sungai (Krueng) Lamie namun tidak ada korban
jiwa sebagai dampak dari bencana alam awal pekan ini.
"Meski tidak ada korban
jiwa, namun banjir beberapa hari terakhir telah mengakibatkan kerugian material
seperti areal perkebunan milik masyarakat di beberapa desa," katanya
menambahkan.
Mawardi menjelaskan pihaknya akan
mendata jumlah kerugian material yang dialami masyarakat setelah banjir luapan
sungai Lamie itu benar-benar surut.
"Alhamdulillah, mulai hari
ini Rabu, 31 Oktober 2012 keadaan air mulai surut dari pemukiman penduduk dan kita
memulai bekerja untuk mendata kerugian akibat banjir di beberapa desa di Nagan
Raya," kata dia menjelaskan.
Sungai Lamie Nagan Raya atau
berjarak sekitar 400 kilometer arah barat Kota Banda Aceh meluap dan merendam
ratusan rumah penduduk serta puluhan hektare tanaman produktif milik masyarakat
wilayah itu.
Sejumlah desa yang terkena dampak
banjir akibat meluapnya sungai Lamie Nagan Raya itu masing-masing gampong (desa) Babah Lheung, Drien Tujoh,
Pante Rawa, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Kuala Tripa.
Selain itu bencana alam banjir
tersebut juga mengakibatkan banjir di Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, Kuala
Pesisir, Tadu Raya dan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya.
Dipihak lain, Mawardi menjelaskan
pihaknya juga akan membangun sebuah dapur umum tanggap darurat di komplek
kantor camat Tripa Makmur untuk mempermudah penangganan bencana alam karena
daerah itu tercatat rawan banjir | AT | R | Antara |


