News Update :

Masyarakat Galang Gerakan Anti Pornografi Media

Rabu, 10 Oktober 2012


Banda Aceh | Acehtraffic.com– Puluhan masyarakat  dari berbagai profesi, berkumpul di Café Canai Mamak Setui Kota Banda Aceh, mereka berkumpul untuk menggagas gerakan anti pornografi media. Senin  8 Oktober 2012. 

Gagasan ini terkait maraknya pemberitaan yang mengandung unsur pornografi di media massa di Aceh.

Dalam pertemuan itu dibicarakan pemberitaan yang mengandung unsur pornografi sudah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan moralitas masyarakat pembaca yang hadir dari segala usia dan golongan profesi, alasan itulah yang melatarbelakangi terbentuknya gerakan masyarakat tersebut.

Pantauan kami, peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut, adalah mayoritas mahasiswa, ibu rumah tangga, Pegawai Negeri Sipil, seniman, guru dan dosen.

Mayoritas peserta pertemuan, juga mengaku sepakat untuk mengalang dukungan dari masyarakat Aceh secara lebih luas, baik melalui facebook, twitter dan jejaring soal lainnya hingga penggalangan tanda tangan langsung masyarakat yang mendukung kampanye anti pornografi media tersebut.

Bahkan komunitas ini nantinya akan melaporkan secara resmi permasalahan ini kepihak pemerintah dan instansi terkait lainnya, dan bukan tidak mungkin akan memanfaatkan celah hukum yang diatur dalam Undang-Undang Pers untuk mengadvokasi persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Gerakan ini murni muncul dari keresahan kita sebagai pembaca media di Aceh. Maraknya pemberitaan yang mengandung unsur pornografi, kita khawatirkan akan memberikan dampak negative bagi pembentukan karakter masyarakat, karena publik disajikan berita yang tidak mendidik, fulgar, yang dapat menggiring pola fikir masyarakat bawah,” Ujar Faisal Zakaria peserta diskusi dalam acara tersebut.

Dia juga menambahkan, seharusnya media juga mempertimbangkan efek pemberitaannya, mengemas pemberitaan dengan mempertimbangkan psikologi pembaca yang datang dari segala usia, jadi tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi bisnis media semata.

Evi, seorang peserta pertemuan lainnya menambahkan, pemberitaan yang mengandung unsur pornografi merupakan persoalan serius yang terjadi di Aceh saat ini. Hal tersebut dinilai telah melanggar nilai-nilai Syariat Islam serta bardampak buruk bagi pembentukan karakter generasi muda di Aceh", lanjutnya.

Saat ini, mereka telah mengantongi beberapa media yang dianggap terlalu fulgar dalam menyajikan pemberitaan asusila di Aceh, dan terakhir yang lagi hangat dibicarakan di dunia maya adalah efek pemberitaan salah satu media yang diduga banyak pihak sebagai salah satu penyebab tekanan psikologis hingga menyebabkan seorang korban remaja bunuh diri di Kota Langsa beberapa waktu lalu.

“Kita berharap dengan terbentuknya gerakan masyarakat ini, dapat memberi sedikit tekanan dan penyadaran bagi media "cabul" di Aceh, sehingga mampu berkomitmen untuk lebih jeli dalam menyajikan pemberitaan yang mendidik, bermanfaat bagi pembangunan karakter masyarakat, dan tentunya sesuai dengan semangat Syariat Islam di Aceh,” Tambah Evi lagi. | AT | RD |

Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016