
Conakry | acehtraffic.com - Lebih dari 3 juta orang yang tinggal di sepanjang garis pantai Guinea terancam penyakit trypanosomiasis atau "penyakit tidur," kata Menteri Kesehatan Masyarakat Guinea, Edouard Gnakoye Lamah, Selasa.
Penyakit ini sering terjadi di zona intertropis, merupakan suatu ancaman yang nyata bagi kesehatan masyarakat di Sub-Sahara Afrika, terutama di negara-negara pesisir seperti Guinea, Gambia dan Liberia.
Perwakilan dari negara-negara yang berbeda bertemu pada Selasa di Conakry untuk membahas berbagai strategi untuk memerangi wabah penyakit tidur itu, memberikan penilaian terhadap situasi yang berlaku dan prospek sekarang dalam hal strategi baru untuk memberantas penyakit itu.
Menteri kesehatan masyarakat Guinea mengatakan negaranya tetap yang paling parah terkena dampak penyakit tersebut, dengan munculnya kembali penyakit tersebut di daerah-daerah yang awal terkena dampak dan kemunculannya di zona kesehatan yang baru, terutama di sepanjang wilayah pesisir.
Penyakit ini ditularkan ke manusia atau hewan melalui lalat tsetse, umumnya terjadi di kalangan keluarga miskin yang hidup di hutan bakau atau di sepanjang tepi sungai. Hal ini dapat menyebabkan lumpuh atau gangguan mental.
Pada tahun 2002, pemerintah Guinea telah menempatkan sebuah tim di dalam kementerian kesehatan untuk mengkoordinasikan intervensi di lapangan dan menghasilkan strategi untuk melawan penyakit trypanosomiasis. | AT | Z | Xinhua
Penyakit ini sering terjadi di zona intertropis, merupakan suatu ancaman yang nyata bagi kesehatan masyarakat di Sub-Sahara Afrika, terutama di negara-negara pesisir seperti Guinea, Gambia dan Liberia.
Perwakilan dari negara-negara yang berbeda bertemu pada Selasa di Conakry untuk membahas berbagai strategi untuk memerangi wabah penyakit tidur itu, memberikan penilaian terhadap situasi yang berlaku dan prospek sekarang dalam hal strategi baru untuk memberantas penyakit itu.
Menteri kesehatan masyarakat Guinea mengatakan negaranya tetap yang paling parah terkena dampak penyakit tersebut, dengan munculnya kembali penyakit tersebut di daerah-daerah yang awal terkena dampak dan kemunculannya di zona kesehatan yang baru, terutama di sepanjang wilayah pesisir.
Penyakit ini ditularkan ke manusia atau hewan melalui lalat tsetse, umumnya terjadi di kalangan keluarga miskin yang hidup di hutan bakau atau di sepanjang tepi sungai. Hal ini dapat menyebabkan lumpuh atau gangguan mental.
Pada tahun 2002, pemerintah Guinea telah menempatkan sebuah tim di dalam kementerian kesehatan untuk mengkoordinasikan intervensi di lapangan dan menghasilkan strategi untuk melawan penyakit trypanosomiasis. | AT | Z | Xinhua
