News Update :

Korban Represi Rezim Al Khalifa Berjatuhan

Jumat, 19 Oktober 2012



Acehtraffic.com - Seorang pria Bahrain meninggal dunia setelah menghirup gas air mata beracun yang disemprotkan pasukan rezim Al Khalifa terhadap demonstran damai yang menyerukan reformasi demokrasi di negara pesisir Teluk Persia itu.

Orang tua itu telah diidentifikasi sebagai Haji Mahdi Ali Marhun. Dia dilaporkan menghabiskan dua bulan terakhir terakhir hidupnya di rumah sakit setelah pasukan rezim menembakkan gas air mata beracun ke rumahnya di desa Ma'amir.

Di Bahrain, banyak yang meninggal akibat gas air mata beracun yang disemprotkan ke rumah mereka oleh pasukan rezim Manama.

Sebelumnya, pada 18 September lalu, Haji Hassan Abdullah Ali juga meninggal ketika pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke rumahnya di utara Pulau Sitra.

Hampir 100 orang tewas sejak revolusi Bahrain meletus tahun lalu. Ratusan lebih telah ditangkap oleh pasukan keamanan.

Tidak hanya menumpas aksi protes rakyat yang menuntut haknya dengan berdemonstrasi, pasukan Bahrain yang didukung tentara Saudi juga menangkapi aktivis hak asasi manusia.

Dua hari lalu, Mohammed al-Maskati, Presiden Masyarakat Pemuda untuk Hak Asasi Manusia Bahrain ini ditangkap. Penahanannya datang tidak lama setelah ia menyampaikan pidato terhadap keputusan dinasti Al Khalifa di Jenewa.

Sementara itu, pengadilan Bahrain telah menolak permohonan untuk melepaskan kepala Pusat HAM Bahrain, Nabeel Rajab, dan menunda sidang sampai bulan depan. Maskati dan Rajab termasuk diantara ribuan orang yang ditahan rezim Al Khalifa sejak awal protes anti-rezim meletus di negara Arab itu.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komisi Penyelidik Independen Bahrain pada bulan November 2011 menemukan bahwa rezim Al Khalifa menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam penumpasan protes rakyat. Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menyebut rezim Al Khalifa menyiksa aktivis HAM, politisi, dan demonstran.
| AT | M | Irib |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016