

Washington | acehtraffic.com - Setidaknya 14 warga Amerika meninggal, 156 orang jatuh sakit akibat wabah jamur meningitis mematikan terkait dengan obat tercemar, demikian dilaporkan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan AS (CDC) pada hari Kamis, 11 Oktober 2012.
Seperti dikutip Xinhua, wabah tersebut telah merenggut nyawa di enam negara bagian - Tennessee, Michigan, Maryland, Virginia, Florida, dan Indiana, kata CDC dalam update terbarunya. Tennessee masih negara terparah terkena wabah itu yakni 49 kasus, Michigan bertambah 11 kasus dan 39 kasus pada hari Kamis, serta Virginia bertambah tiga kasus sehingga mencapai 30 kasus dan Indiana 6 kasus sehingga mencapai 21 kasus.
Pejabat kesehatan masyarakat telah menghubungi pasien di 23 negara bagian yang menerima suntikan steroid yang berpotensi tercemar - biasanya dipakai untuk pereda nyeri - dan mendesak mereka untuk diperiksa akibat infeksi jamur langka itu. CDC mengatakan sekitar 14.000 pasien bisa beresiko terjangkit meningitis.
Badan Administrasi Makanan dan Obat mengatakan, pihaknya telah mendeteksi kontaminan jamur dalam obat botol bersegel yang diproduksi oleh New England Compounding Center. Meskipun pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber wabah, namun pabrik farmasi tersebut telah menarik semua produk yang bermasalah itu dan menghentikan operasinya.
Sebelumnya, pada hari Jumat, 5 Oktober 2012, CDC juga melaporkan setidaknya 5 orang tewas dan 42 lainnya menderita akibat penyakit radang otak yang mematikan itu.
Meningitis (radang otak) adalah jenis penyakit yang memengaruhi kondisi lapisan otak dan susunan saraf tulang belakang. Gejala penyakit ini termasuk sakit kepala hebat, mual, dan demam dan kesulitan bicara dan berjalan. Namun, menurut CDC, meningitis dari sumber jamur ini tidak menular. | AT | Z | Xinhua
