
Acehtraffic.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan satu-satunya cara untuk mencapai kemajuan dan mewujudkan perdamaian dan keamanan regional adalah kerjasama antarpemerintah dan bangsa di kawasan.
"Kekuatan hegemonik berupaya mengganggu situasi di kawasan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pemerintah dan negara-negara di kawasan ini akan mengatasi plot mereka dengan memperluas kerjasama dan persaudaraan," kata Ahmadinejad dalam pertemuan dengan Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah di sela-sela KTT Pertama Kelompok Dialog Kerjasama Asia (ACD) di Kuwait City pada Rabu 17 Oktober 2012.
"Musuh berusaha untuk mengintensifkan konflik dan sengketa di kawasan, untuk itu bangsa dan negara kawasan harus menangkalnya secara hati-hati," tegasnya.
Ia juga menekankan urgensi peningkatan hubungan yang lebih erat antara Iran dan Kuwait, seraya mengungkapkan, "Tidak ada daya yang dapat menghambat persahabatan antara Republik Islam Iran dan Kuwait."
Sementara itu, Sheikh al-Sabah mengatakan bahwa Republik Islam Iran adalah negara yang sangat mampu dan kuat, dan Kuwait berusaha untuk memperluas hubungan dengan Iran di segala bidang.
KTT ACD yang digelar selama dua hari itu dibuka dengan pidato peresmian oleh Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah pada hari pertama.
Negara-negara besar di Asia termasuk Cina, Jepang dan India serta negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) menghadiri KTT tersebut.
Iran adalah salah satu dari 32 anggota ACD yang didirikan pada tahun 2002 untuk mempromosikan kerjasama antara negara-negara Asia dan membantu menyatukan organisasi-organisasi regional yang terpisah, termasuk ASEAN, SAARC, dan P-GCC.| AT | M | Irib |
"Kekuatan hegemonik berupaya mengganggu situasi di kawasan, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena pemerintah dan negara-negara di kawasan ini akan mengatasi plot mereka dengan memperluas kerjasama dan persaudaraan," kata Ahmadinejad dalam pertemuan dengan Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah di sela-sela KTT Pertama Kelompok Dialog Kerjasama Asia (ACD) di Kuwait City pada Rabu 17 Oktober 2012.
"Musuh berusaha untuk mengintensifkan konflik dan sengketa di kawasan, untuk itu bangsa dan negara kawasan harus menangkalnya secara hati-hati," tegasnya.
Ia juga menekankan urgensi peningkatan hubungan yang lebih erat antara Iran dan Kuwait, seraya mengungkapkan, "Tidak ada daya yang dapat menghambat persahabatan antara Republik Islam Iran dan Kuwait."
Sementara itu, Sheikh al-Sabah mengatakan bahwa Republik Islam Iran adalah negara yang sangat mampu dan kuat, dan Kuwait berusaha untuk memperluas hubungan dengan Iran di segala bidang.
KTT ACD yang digelar selama dua hari itu dibuka dengan pidato peresmian oleh Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah pada hari pertama.
Negara-negara besar di Asia termasuk Cina, Jepang dan India serta negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) menghadiri KTT tersebut.
Iran adalah salah satu dari 32 anggota ACD yang didirikan pada tahun 2002 untuk mempromosikan kerjasama antara negara-negara Asia dan membantu menyatukan organisasi-organisasi regional yang terpisah, termasuk ASEAN, SAARC, dan P-GCC.| AT | M | Irib |
