
Acehtraffic.com - Anggota senior parlemen Iran, Hossein Sobhaninia menyatakan konflik militer antara Suriah dan Turki akan menyeret kedua negara muslim ke arah perang yang hanya menguntungkan Barat.
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran ini mengatakan perang dengan Suriah akan menciptakan perselisihan internal bagi Turki sendiri.
"Konflik seperti ini pasti akan menimbulkan kerusakan pada kedua belah pihak," tegasnya, Jumat 12 Oktober 2012
Senada dengan itu, Khatib shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi mengungkapkan bahwa Barat dan Israel sedang berupaya mengobarkan perang di Timur Tengah dengan tujuan mendestabilisasi kawasan dan memperlemah front perlawanan terhadap Zionis.
"Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Israel berupaya menyeret Turki untuk menyerang Suriah,"tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menyatakan keprihatinan Tehran atas eskalasi ketegangan antara Suriah dan Turki dan mendesak segera diakhirinya konflik antarkedua belah pihak.
"Iran mengkhawatirkan ketegangan dalam hubungan antara negara-negara muslim dan bertetangga termasuk Turki dan Suriah, dan siap untuk mengambil langkah-langkah utama untuk pemulihan perdamaian dalam hubungan kedua negara," kata Larijani dalam sebuah percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Turki Cemil Cicek, Senin (8/10).
Ketegangan antara Ankara dan Damaskus meningkat setelah sebuah mortir ditembakkan dari wilayah Suriah dan menewaskan lima orang di kota tenggara Turki Akcakale, Provinsi Sanliurfa pada Rabu.
Sejumlah tentara Suriah juga dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Turki di sebuah pos militer di dekat kota perbatasan Tel Abyad pada Kamis pagi. Serangan militer Turki itu sebagai balasan atas tembakan mortir yang diduga dilakukan oleh militer Suriah pada Rabu di kota Akcakale.
Sementara itu Suriah menyatakan telah memulai penyelidikan terkait penyebab serangan mortir ke wilayah Turki tersebut.
Pada Rabu, Menteri Informasi Suriah Omran Zoabi mengirimkan pesan belasungkawa kepada wargaTurki dan keluarga korban. Zoabi menegaskan bahwa Damaskus menghormati kedaulatan negara tetangganya.| AT | M | Irib |
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran ini mengatakan perang dengan Suriah akan menciptakan perselisihan internal bagi Turki sendiri.
"Konflik seperti ini pasti akan menimbulkan kerusakan pada kedua belah pihak," tegasnya, Jumat 12 Oktober 2012
Senada dengan itu, Khatib shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi mengungkapkan bahwa Barat dan Israel sedang berupaya mengobarkan perang di Timur Tengah dengan tujuan mendestabilisasi kawasan dan memperlemah front perlawanan terhadap Zionis.
"Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Israel berupaya menyeret Turki untuk menyerang Suriah,"tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menyatakan keprihatinan Tehran atas eskalasi ketegangan antara Suriah dan Turki dan mendesak segera diakhirinya konflik antarkedua belah pihak.
"Iran mengkhawatirkan ketegangan dalam hubungan antara negara-negara muslim dan bertetangga termasuk Turki dan Suriah, dan siap untuk mengambil langkah-langkah utama untuk pemulihan perdamaian dalam hubungan kedua negara," kata Larijani dalam sebuah percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Turki Cemil Cicek, Senin (8/10).
Ketegangan antara Ankara dan Damaskus meningkat setelah sebuah mortir ditembakkan dari wilayah Suriah dan menewaskan lima orang di kota tenggara Turki Akcakale, Provinsi Sanliurfa pada Rabu.
Sejumlah tentara Suriah juga dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Turki di sebuah pos militer di dekat kota perbatasan Tel Abyad pada Kamis pagi. Serangan militer Turki itu sebagai balasan atas tembakan mortir yang diduga dilakukan oleh militer Suriah pada Rabu di kota Akcakale.
Sementara itu Suriah menyatakan telah memulai penyelidikan terkait penyebab serangan mortir ke wilayah Turki tersebut.
Pada Rabu, Menteri Informasi Suriah Omran Zoabi mengirimkan pesan belasungkawa kepada wargaTurki dan keluarga korban. Zoabi menegaskan bahwa Damaskus menghormati kedaulatan negara tetangganya.| AT | M | Irib |
