Jakarta | Acehtraffic.com - Butuh nyali besar untuk berkendara dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Namun seorang perempuan seksi di Jakarta, Novi Amalia melakukannya sebelum akhirnya menabrak 7 pengguna jalan. Obat apa sih yang membuatnya sebegitu nekat?
Novi adalah pengemudi mobil yang menabrak 7 pengguna jalan termasuk 2 anggota polisi yang bertugas, di Taman Sari, Jakarta Barat pekan lalu. Saat kejadian, ia hanya mengenakan bikini atau pakaian dalam dan nyaris menjadi sasaran amuk massa.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, model berusia 25 tahun ini mengonsumsi Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif) golongan metamphetamine. Orang awam mengenalnya dengan istilah ekstasi atau ineks, sejenis obat yang banyak beredar tempat hiburan malam.
Memang tidak bisa serta merta disimpulkan bahwa penggunaan obat inilah yang membuat Novi nekat berkendara dengan hanya mengenakan pakaian dalam, apalagi ia juga disebut-sebut punya riwayat depresi. Namun penggunaan ineks dalam jangka panjang memang bisa mempengaruhi perilaku seseorang.
"Yang jelas pengguna ekstasi atau sabu yang cukup lama itu mengalami disorientasi ruang dan waktu serta mispersepsi panca indra," terang Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto, seperti ditulis Selasa 16 Oktober 2012.
Seperti diberitakan oleh media, sebelum peristiwa itu Novi mendapat bisikan untuk menanggalkan pakaiannya hingga tersisa bikini atau pakaian dalam yang tidak lazim dikenakan orang saat berkendara di jalanan ibukota. Ia mengalami halusinasi dan tidak punya kontrol diri untuk menolaknya.
Menurut Sumirat, halusinasi seperti ini termasuk salah satu bentuk mispersepsi panca indra. Sebenarnya tidak ada rangsang suara yang masuk ke telinga, tetapi otak bisa menangkap suara-suara yang tidak didengar orang lain karena berada di bawah pengaruh Napza.
Risikonya bisa sangat berbahaya ketika orang yang sedang berada dalam kondisi ini dibiarkan berkendara di jalan raya. Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI) mencatat, ada beberapa kasus kecelakaan fatal di Jakarta yang diyakini berhubungan dengan konsumsi ekstasi.
"Banyak sekali kasusnya meski kita tidak punya data pasti. Contohnya saja kasus Afriani yang di Tugu Tani dulu, kemudian sekarang Novi di Taman Sari. Pemerintah harus membuat regulasi yang ketat soal mengemudi dalam keadaan mabuk," kata Koordinator Sekretariat Nasional PKNI, Edo Agustian.
Edo mengatakan, pemerintah Indonesia perlu mencontoh keberhasilan negara lain seperti Australia dalam menerapkan regulasi tentang mengemudi dalam keadaan mabuk atau driving under influence. Jika perlu, tempat hiburan diberi kewenangan untuk menyita kunci mobil milik pengunjung yang dianggap terlalu mabuk untuk pulang sendiri. | AT | H | DH |

