News Update :

Eropa Tidak Ingin Iran Merusak Monopoli Media Barat

Selasa, 30 Oktober 2012



Acehtraffic.com - Mayoritas responden dalam survei yang digelar oleh Press TV berpendapat bahwa Uni Eropa melarang siaran media-media Iran dalam upaya mencegah terkuaknya fakta kepada masyarakat Barat.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan pada 16-28 Oktober menunjukkan bahwa hampir 76 persen (8.332 responden) dari 11.032 responden berpendapat bahwa Uni Eropa tidak ingin media Iran mengungkap fakta kepada masyarakat Barat.

Sebanyak 17 persen responden (1.827 orang) menyatakan bahwa Eropa tidak ingin media Iran merusak monopoli media oleh Barat.

Di sisi lain, hanya empat persen dari responden (488 orang) berpendapat bahwa pemutusan jaringan media Iran oleh Uni Eropa adalah agar media Iran tidak menyesatkan orang di Barat. Adapun tiga persen sisanya berpendapat bahwa Uni Eropa hanya melaksanakan peraturan.

Dua puluh satu persen responden adalah warga Amerika, 12,2 persen berasal dari Inggris, 3,8 persen dari Kanada, dan 63 persen sisanya dari berbagai negara.

Pada tanggal 18 Oktober, penyedia jasa satelit Eropa Eutelsat SA memutus siaran beberapa saluran satelit Iran atas perintah Komisi Eropa.

Perusahaan menginstruksikan kepada anak perusahaannya Arqiva, untuk memutus saluran satelit Iran dari salah satu frekuensi Hot Bird.

Saluran Iran yang diputus termasuk Press TV, Alalam, Jam-e-Jam 1 dan 2, Sahar 1 dan 2, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), Quran TV, dan al-Kawthar.

Pemutusan saluran berita Iran oleh Eropa dinilai sebagai dampak dari upaya Republik Islam merusak monopoli media Barat dengan menyuarakan tuntutan rakyat tertindas dunia.
| AT | M |  Irib
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016