News Update :

Eh, Rosa Kini Tak Berani Sebut Siapa Ketua Besar

Sabtu, 13 Oktober 2012

Jakarta | Acehtraffic.com- Mindo Rosalina Manulang, terpidana kasus suap Wisma Atlet, kini bungkam soal nama-nama politikus yang diduga terlibat dalam kasusnya. Kepada hakim, ia mengaku tidak berani membeberkannya.

"Saya tidak berani, Yang Mulia," kata Rosa dengan suara bergetar dalam sidang Angelina Sondakh, terdakwa kasus suap pengurusan anggaran proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2012.

Rosa adalah orang yang selama ini dianggap sebagai whistle blower dalam kasusnya. Sebab, ia membeberkan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk para politikus di Dewan Perwakilan Rakyat.

Ia pernah mengungkapkan keterlibatan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum sebagai salah seorang pimpinan di PT Anugerah Nusantara, anak perusahaan Permai Grup. Adapun istri Anas, Attiyah Laila, adalah komisaris di PT Alam Berlimpah. Rosa juga menyebut mereka sebagai bosnya.

Rosa pun mengungkapkan identitas Ketua Besar dan Bos Besar dalam sidang mantan bosnya, M. Nazaruddin, yang kini jadi terpidana Wisma Atlet. "Ketua Besar itu Mirwan Amir (Ketua Badan Anggaran DPR) dan Bos Besar Anas Urbaningrum," ujarnya dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta pada pertengahan Januari silam.

Ketakutan Rosa itu diungkapkan saat Hendra Yosfin, anggota majelis hakim, memintanya membeberkan sandi Ketua dan Ketua Besar. Kedua istilah itu terungkap dalam transkrip percakapan BlackBerry-nya dengan Angelina alias Angie. Hendra pun sempat berupaya mengajak mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri itu berbicara jujur.

"Saksi takutnya sama Tuhan, tidak usah yang lain. Apa pun yang terjadi sama kita, semau seizin Tuhan," ujar Hendra.

Hendra juga mengatakan bahwa tujuan persidangan tidak hanya menghukum Angie, tetapi memperbaiki sistem yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat. "Jadi silakan mengungkapkannya semua," ujar dia.

Rosa sempat terdiam beberapa saat setelah mendengar ajakan Hendra untuk berbicara. Namun ia tetap tidak berani mengungkapkan nama-nama orang yang dimaksud dalam sandi itu. Ia hanya membenarkan bahwa Ketua adalah ketua komisi dan Ketua Besar adalah pimpinan Badan Anggaran DPR.

"Pimpinan Banggar Ibu (Angie) sebutnya Bang Ucok, tapi saya tidak tahu siapa dia ," ujar dia.

Ia hanya sempat membeberkan pernah dikenalkan Angie dengan Wayan Koster, politikus PDI Perjuangan. Namun ia membantah pernah membahas proyek Wisma Atlet dengan Wayan. "Tidak pernah," ujar dia.| AT | R | TEMPO|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016