
Jakarta | Acehtraffic.com - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) telah melakukan pembubaran anak usahanya, International Rubber Investment Pte Ltd. Perusahaan ini berdomisili di Singapura.
"Pembubaran tersebut telah dilakukan pada 27 September 2012 berdasarkan konfirmasi dari agent corporate secretary yang menangani hal ini di Singapura," kata Corporate Secretary UNSP Fitri Barnas, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 Oktober 2012.
International Rubber Investment, lanjut dia, didirikan sebagai suatu special purposes vehicle untuk suatu rencana transaksi tertentu. "Dikarenakan satu dan lain hal, rencana transaksi dimaksud tidak dilanjutkan dan oleh karenanya perlu dilakukan pembubarannya," jelas dia.
Anak usaha Grup Bakrie ini mencatatkan laba sebesar Rp3,749 miliar atau sebesar Rp0,27 per lembar. Laba perseroan ini turun 99 persen dibandingkan dengan labanya di periode yang sama tahun lalu Rp178,181 miliar.
Penjualan neto perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan ini mengalami penurunan dari Rp2,303 triliun di 2011 menjadi Rp1,830 triliun di periode ini.
Penurunan penjualan ini, tidak bisa menutupi usaha perseroan yang mulai bisa mengurangi beban. Laba sebelum pajak perseroan telah turun drastis dari RpRp546,4 miliar ke Rp77,373 miliar di posisi ini. | AT | M | OZ |
"Pembubaran tersebut telah dilakukan pada 27 September 2012 berdasarkan konfirmasi dari agent corporate secretary yang menangani hal ini di Singapura," kata Corporate Secretary UNSP Fitri Barnas, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 Oktober 2012.
International Rubber Investment, lanjut dia, didirikan sebagai suatu special purposes vehicle untuk suatu rencana transaksi tertentu. "Dikarenakan satu dan lain hal, rencana transaksi dimaksud tidak dilanjutkan dan oleh karenanya perlu dilakukan pembubarannya," jelas dia.
Anak usaha Grup Bakrie ini mencatatkan laba sebesar Rp3,749 miliar atau sebesar Rp0,27 per lembar. Laba perseroan ini turun 99 persen dibandingkan dengan labanya di periode yang sama tahun lalu Rp178,181 miliar.
Penjualan neto perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan ini mengalami penurunan dari Rp2,303 triliun di 2011 menjadi Rp1,830 triliun di periode ini.
Penurunan penjualan ini, tidak bisa menutupi usaha perseroan yang mulai bisa mengurangi beban. Laba sebelum pajak perseroan telah turun drastis dari RpRp546,4 miliar ke Rp77,373 miliar di posisi ini. | AT | M | OZ |
