
Acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi menyebut pemerintah Amerika Serikat sebagai sumber terorisme cyber di dunia.
Senin 29 Oktober 2012, Vahidi mengatakan bahwa AS berencana meningkatkan kegiatan terorisme cyber-nya terhadap banyak negara.
Dia menyebut rezim Zionis Israel sebagai contoh menonjol dari keterlibatan dalam terorisme cyber dan menambahkan "Rezim ini [Israel], bekerjasama dengan pemerintah AS, menekan negara-negara independen yang menentang kebijakan ekspansionis dengan perencanaan dan pelaksanaan serangan cyber."
Menteri Pertahanan Iran juga menegaskan bahwa "AS dan rezim Zionis Israel sejauh ini telah merencanakan dan melancarkan berbagai serangan cyber anti-Republik Islam Iran, yang semuanya gagal berkat bakat tinggi bangsa Iran."
Dalam beberapa tahun terakhir Iran menjadi target berbagai serangan cyber.
Pada bulan Juni, sebuah laporan oleh Washington Post menyebutkan bahwa AS dan Israel telah bekerjasama menciptakan virus komputer Flame untuk memata-matai Iran.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), CIA dan militer Israel bekerjasama menciptakan virus Flame.
Di lain pihak, New York Times juga mengungkapkan bahwa pada bulan Juni Presiden AS Barack Obama menginstruksikan serangan cyber rahasia dengan menggunakan virus komputer Stuxnet untuk menyabotase program energi nuklir Iran.
Dalam mereaksi serangan tersebut, Iran membentuk sebuah markas pertahanan cyber yang bertugas mencegah worm komputer menyusup atau mencuri data dari jaringan keamanan, termasuk fasilitas nuklir, pembangkit listrik, pusat data dan bank-bank.| AT | M | Irib |
Senin 29 Oktober 2012, Vahidi mengatakan bahwa AS berencana meningkatkan kegiatan terorisme cyber-nya terhadap banyak negara.
Dia menyebut rezim Zionis Israel sebagai contoh menonjol dari keterlibatan dalam terorisme cyber dan menambahkan "Rezim ini [Israel], bekerjasama dengan pemerintah AS, menekan negara-negara independen yang menentang kebijakan ekspansionis dengan perencanaan dan pelaksanaan serangan cyber."
Menteri Pertahanan Iran juga menegaskan bahwa "AS dan rezim Zionis Israel sejauh ini telah merencanakan dan melancarkan berbagai serangan cyber anti-Republik Islam Iran, yang semuanya gagal berkat bakat tinggi bangsa Iran."
Dalam beberapa tahun terakhir Iran menjadi target berbagai serangan cyber.
Pada bulan Juni, sebuah laporan oleh Washington Post menyebutkan bahwa AS dan Israel telah bekerjasama menciptakan virus komputer Flame untuk memata-matai Iran.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), CIA dan militer Israel bekerjasama menciptakan virus Flame.
Di lain pihak, New York Times juga mengungkapkan bahwa pada bulan Juni Presiden AS Barack Obama menginstruksikan serangan cyber rahasia dengan menggunakan virus komputer Stuxnet untuk menyabotase program energi nuklir Iran.
Dalam mereaksi serangan tersebut, Iran membentuk sebuah markas pertahanan cyber yang bertugas mencegah worm komputer menyusup atau mencuri data dari jaringan keamanan, termasuk fasilitas nuklir, pembangkit listrik, pusat data dan bank-bank.| AT | M | Irib |
