
Gaza | Acehtraffic.com - Satu hari setelah kunjungan Emir Qatar ke Gaza, Palestina, serangan roket dari wilayah Gaza ke Israel justru semakin gencar. Menurut pihak Israel, sekira 79 proyektil roket ditemukan dalam serangan tersebut.
Selama dua hari terakhir, Israel dan Palestina terus berbalas serangan. Pihak militer Israel mengklaim, 79 roket dilesakkan oleh pihak pejuang Palestina dari wilayah Gaza.
"Kami menemukan 79 proyektil roket yang ditembakan ke Israel dan sistem perisai besi berhasil menghalau delapan dari mereka. Beberapa rumah warga rusak akibat roket-roket Palestina ini," ujar juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters, Kamis 25 Oktober 2012.
Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi sistem pertahanan Israel di dekat kota Ashkelon. Dalam kesempatan itu, Netanyahu bersumpah untuk melakukan aksi militer yang lebih keras lagi terhadap pejuang Palestina di Gaza.
Sebelumnya dilaporkan, serangan roket Gaza itu menyebabkan tiga petani Israel terluka. Tetapi Israel membalas serangan itu, dengan serangan udara yang menewaskan tiga pejuang Palestina dalam dua hari terakhir.
Kondisi ini memaksa Pemerintah Israel untuk menutup sekolah yang berada di dekat Perbatasan Gaza dan mendesak warga untuk tidak keluar rumah. Tindakan tersebut dianggap sebagai sebuah tindakan pencegahan bila roket kembali dilesakkan dari Gaza.
Selama Ini pejuang Hamas yang menguasai wilayah Gaza, menolak untuk mengakui keberadaan Israel. Namun Hamas menegaskan pihaknya akan menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, bila Negara Yahudi itu menyerahkan wilayah Tepi Barat dan Gaza yang dicaploknya dari tangan rakyat Palestina.| AT | M | OZ |
Selama dua hari terakhir, Israel dan Palestina terus berbalas serangan. Pihak militer Israel mengklaim, 79 roket dilesakkan oleh pihak pejuang Palestina dari wilayah Gaza.
"Kami menemukan 79 proyektil roket yang ditembakan ke Israel dan sistem perisai besi berhasil menghalau delapan dari mereka. Beberapa rumah warga rusak akibat roket-roket Palestina ini," ujar juru bicara militer Israel, seperti dikutip Reuters, Kamis 25 Oktober 2012.
Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi sistem pertahanan Israel di dekat kota Ashkelon. Dalam kesempatan itu, Netanyahu bersumpah untuk melakukan aksi militer yang lebih keras lagi terhadap pejuang Palestina di Gaza.
Sebelumnya dilaporkan, serangan roket Gaza itu menyebabkan tiga petani Israel terluka. Tetapi Israel membalas serangan itu, dengan serangan udara yang menewaskan tiga pejuang Palestina dalam dua hari terakhir.
Kondisi ini memaksa Pemerintah Israel untuk menutup sekolah yang berada di dekat Perbatasan Gaza dan mendesak warga untuk tidak keluar rumah. Tindakan tersebut dianggap sebagai sebuah tindakan pencegahan bila roket kembali dilesakkan dari Gaza.
Selama Ini pejuang Hamas yang menguasai wilayah Gaza, menolak untuk mengakui keberadaan Israel. Namun Hamas menegaskan pihaknya akan menerima kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, bila Negara Yahudi itu menyerahkan wilayah Tepi Barat dan Gaza yang dicaploknya dari tangan rakyat Palestina.| AT | M | OZ |
