
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Enam mahasiswa yang menamakan diri Koalisi Peduli Aceh (KPA) menggelar aksi diam di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu 3 Oktober 2012 sore. Dalam aksinya, mahasiswa mengkritik pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang telah memasuki usia 100 hari.
Aksi diam yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu sempat menjadikan pusat perhatian pengguna jalan. Tak sedikit pengguna jalan yang mengabadikan aksi demo enam mahasiswa ini dengan menggunakan kamera handphone.
Dalam aksinya, para pengunjuk rasa mengecat seluruh tubuhnya dengan cat warna merah jambu dan bertuliskan “1 JT/KK (baca: 1 juta per kepala keluarga)”.
Koordinator Aksi Khadafi Syah menuding Ziani-Muzakir telah melupakan 21 janji yang ditebar selama kampanye pemilihan kepala daerah.
“Ada 21 program andalan dari pasangan Zikir selama kampanye yang sampai hari ini (100 hari –red.) belum jelas,” kata Khadafi kepada wartawan.
Pemerintahan yang dipimpin Zaini-Muzakir, kata Khadafi, untuk sekarang ini sudah bagus. Tapi mereka mengharapkan kepada pemerintah baru agar tidak melupakan program semasa melakukan kampanye.
Beberapa program yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Aceh di antaranya yaitu naik haji gratis bagi seluruh anak Aceh dan pemberian Rp1 juta per kepala keluarga saban bulan dari hasil dana minyak dan gas bumi.
“Pemberian dana 1 juta per KK harus benar-benar terealisasikan,” ujarnya.
Selama 100 hari memimpin, Koalisi Peduli Aceh menilai bahwa program yang berhasil dijalankan oleh pemerintah baru yaitu pembagian keumamah (ikan kayu) gratis kepada jemaah calon haji dari Aceh.
“Kami menilai hanya pembagian keumamah gratis kepada jamaah haji yang berhasil dilaksanakan. Segera realisasikan 21 program lain yang telah dijanjikan di seluruh pelosok Aceh,” ungkapnya.| AT | M | AK | Foto: Agus Setyadi |
