News Update :

Polwan Jadi Ujung Tombak Penanganan Kasus Karu Dalam Reumoh Tangga (KDRT)

Sabtu, 22 September 2012

Kalteng | Acehtraffic.com- PERAN dan fungsi polisi wa­nita (Polwan) seringkali ma­sih dipandang sebelah ma­ta. Selain jumlahnya ter­batas, kebanyakan Pol­wan­ hanya berkutat pada ma­salah administrasi.

Padahal sebagai aset Pol­ri, Polwan yang awal Sep­tember lalu berulang ta­hun ke-64, sangat potensi­al­ untuk ditugaskan dise­ga­la­ bidang di kepolisian. 

Se­perti untuk menangani ka­sus kekerasan dalam ru­mah tangga (KDRT) yang ma­kin meningkat. Jumat 21 September 2012

Peran Polwan memang ke­banyakan bertugas di unit pelayanan perempu­an dan anak (PPA). Meski, tidak semua unit PPA di­awa­ki kalangan polwan.

Kasus KDRT yang dita­nga­ni kepolisian melalui unit PPA punya karakter sa­ngat beda dengan kasus la­in.

Karena korbannya banyak perempuan dan anak yang menjadi korban ke­ke­rasan, baik itu KDRT maupun pelecehan seksual, tentu lebih terbuka ketika di­periksa penyidik Polwan, ka­rena sama-sama perempu­an.

Selain itu, Polwan punya si­fat keibuan, sehingga ketika me­meriksa anak, komunika­sinya lebih cair, sehingga proses penyidikan dan penye­li­dikan lebih lan­car­.

Namun sayang, pentingnya ke­beradaan Polwan di tubuh Pol­ri tidak diimbangi dengan pe­ningkatan jumlah perso­nel­ da­ri Polwan itu sendiri. Se­­­per­ti­ di jajaran Kepolisian dae­rah (Polda) Kalimantan Te­ngah (Kalteng), jumlah Pol­wan baru 2,6% dari total per­sonel.

“Jumlah Polwan di Kalteng ba­ru sekitra 160 orang dari to­tal personel yang mencapai 6.150 orang. Idealnya 5% dari to­tal yang ada,” kata Kabid Hu­mas Polda Kalteng, Ajun Ko­misaris Besar Pambudi Ra­hayu kepada Borneonews | AT | R | Borneo|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016