
Jambi | acehtraffic.com - Anggota Satuan Intelijen Polresta Jambi yang nekad menembak kepalanya sendiri, Brigadir Polisi Saifudin, akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat selama dua hari di Rumah Sakit Bratanata, Kota Jambi.
"Ia (Brigadir Saifudin) diketahui meninggal pada siang sekitar pukul 13.00 WIB," ujar juru bicara Polda Jambi AKBP Almansyah di Jambi, Minggu.
Menurut dia, pihak orang tua dan istri Brigadir Saifudin telah diberitahu tim dokter rumah sakit Bratanata, Kota Jambi.
"Menurut dokter, penanganan maksimal sudah dilakukan terhadap Brigadir Saifudin, namun Tuhan berkehendak lain," kata Almansyah.
Sekitar pukul 12.50 WIB, setelah mendapat persetujuan dari keluarga, alat bantu medis yang terpasang ditubuh Brigadir Saifudin akhirnya dilepas.
Brigadir Saifudin dinyatakan meninggal dunia setelah dibacakan Surat Yasin bersama. Ia sempat menjalani operasi selama tujuh jam.
Saefudin nekad bunuh diri dengan menembakkan senjata api jenis pistol ke kepala sendiri atau tepat di kepala bagian belakang telinga.
Setelah pemeriksaan medis, diketahui bahwa peluru menembus kepala bagian belakang dari bagian kanan ke kiri.
Kejadian mengerikan itu terjadi pada Jumat (7/9) sekitar pukul 15.30 WIB ketika sedang mengobrol di depan kantor Satlantas Polresta Jambi, tepatnya di areal tunggu pembuatan SIM.
Sejumlah anggota Polresta Jambi yang masih di kantor tiba tiba dikejutkan dengan suara tembakan.
Baik polisi maupun warga sekitar sempat menduga ada serangan oknum tertentu ke kantor polisi.
Sempat berlindung dan bersiaga mengeluarkan senjata, para anggota akhirnya menuju ke ruang tunggu Satlantas yang menjadi sumber suara tembakan.
Dekat tiang penyanggah bangunan terbuka itu, di depan kursi tunggu berwarna biru, tubuh Brigadir Saifuddin terkapar dengan kepala bersimbah darah akibat tertembus peluru.
Senjata milik Saifudin tergeletak di dekat tangan yang terangkat sebatas telinga bagian kanan. (*) | AT | Z | Antara
