Acehtraffic.com - Mesir dan Yordania bisa membatalkan perjanjian perdamaian mereka dengan Israel jika melakukan serangan pre-emptive terhadap Iran, kata para pejabat AS dalam sebuah peringatan terbaru kepada Tel Aviv.
Mengutip seorang pejabat tinggi Israel, Yediot Aharonot pada Kamis (20/9) mengatakan Washington telah memperingatkan Tel Aviv bahwa para penguasa Arab tidak akan mampu mengendalikan kemarahan publik mereka jika Israel melalukan serangan ke Iran.
Pejabat AS seraya menyinggung respon publik di beberapa negara Asia Barat terhadap film yang menghina Islam, mengatakan, "Hari ini, para penguasa Arab tidak dapat lagi mengendalikan rakyat mereka, tapi rakyat lah yang mengontrol para penguasa."
"Serangan Israel ke Iran akan mendorong seluruh bangsa Arab dan Muslim turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi," tambahnya.
"Apa yang terjadi dengan film yang menghina Nabi Muhammad Saw hanya sebuah pra-pertunjukan terhadap apa yang akan terjadi dalam kasus serangan Israel," katanya, mengacu pada kerusuhan yang telah menyebar di seluruh dunia Islam.
Dia menandaskan bahwa Mesir dan Yordania – negara Arab yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel – akan menghadapi tekanan besar untuk membatalkan kesepakatan jika fasilitas nuklir Iran diserang.| AT | M | Irib |

.jpg)