Acehtraffic.com - Pada perdagangan saham awal pekan ini, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) diprediksi merangkak naik mengikuti pergerakan dari bursa saham Asia. Namun, kenaikan tersebut masih menunggu hasil dari pertemuan Bank Central Eropa dan Bank Eropa.
"Kami katakan bahwa IHSG tengah di persimpangan jalan dimana bisa bergerak naik maupun turun tergantung dari imbas hasil pertemuan Bank Central Eropa dan Bank Eropa. Pada kenyataannya, IHSG lebih memilih untuk bergerak naik mengikuti pergerakan dari bursa saham Asia yang mayoritas mencatatkan kenaikan," kata analis Indosurya Asset Management Reza Priyambada kepada merdeka.com, Senin (10/9).
Reza memprediksi pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.112-4.128 dan resistance 4.157-4.170. "Dari candle yang terbentuk, kembali terlihat IHSG yang kembali tertahan untuk dapat bergerak naik secara signifikan. Bahkan dengan kenaikan tersebut telah menciptakan adanya gap dimana dimungkinkan akan kembali bergerak turun jika sentimen positif tidak terjaga akibat mulai adanya sebagian pihak yang memanfaatkan kenaikan tersebut untuk profit taking," kata Reza.
Sementara itu, kenaikan IHSG juga dipicu bursa saham AS ditutup positif. Pergerakan dipicu respon positif pelaku pasar seiring aksi Bank Central Eropa dan Bank Eropa yang akhirnya mengucurkan stimulusnya. Akan tetapi, penguatan ini dibatasi data pekerjaan AS yang di bawah perkiraan. Adanya pelemahan data pekerjaan menumbuhkan lagi harapan terhadap The Fed untuk mengambil kebijakan stimulus moneter.
Adapun saham-saham yang harus dicermati antara lain BW Plantation (BWPT), Semen Gresik (SMGR), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Astra International (ASII), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Unilever Indonesia (UNVR), Ciputra Surya (CTRS), Bumi Serpong Damai (BSDE), Jasa Marga (JSMR), dan Mitra Adiperkasa (MAPI)| AT | M | MR |

