
Roma | acehtraffic.com - Setelah tiga tahun riset, tim yang dipimpin oleh seorang peneliti medis Italia telah membuat perkembangan yang menjanjikan yang bisa membawa perspektif baru untuk menemukan obat untuk autisme, menurut laporan media lokal seperti dikutip Xinhua, Rabu, 26 September 2012.
Penemuan itu dilakukan oleh Genoa Istituto Italiano di Tecnologia, di mana Daniele Piomelli, seorang profesor anatomi dan neurobiologi University of California di Irvine, yang memegang sebuah posisi.
Sindrom Fragile X adalah penyebab paling umum genetik yang dikenal autisme karena masalah dengan kromosom X. Anak-anak yang lahir dengan Sindrom Fragile X gagal menghasilkan protein yang disebut Fragile X Mental Retardation Protein (FMRP), sebuah protein yang sangat diperlukan untuk perkembangan saraf normal.
Dengan mengkaji peran protein FMRP dalam fungsi saraf menggunakan tikus yang dimodifikasi secara genetik, Piomelli dan timnya melaporkan bahwa mereka telah menemukan sebuah molekul yang merangsang aksi "korektif" dalam otak tikus hasil rekayasa genetik yang membawa Sindrom Fragile X. Molekul muncul untuk menormalkan fungsi saraf.
"Hasil ini penting karena mereka menunjukkan adanya molekul yang mampu menormalkan efek dari penyakit pada perilaku. Sayangnya, ini bukan berarti bahwa kita sudah memiliki obat untuk autisme, namun kita telah menemukan jalan yang menjanjikan bagi orientasi penelitian farmakologi , "kata Piomelli.
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, autisme mempengaruhi 1 anak dari jumlah 88 anak di Amerika Serikat, sedangkan kejadian di Italia tercatat 0,01 persen, menurut sebuah laporan pada tahun 2006. | AT | Z | Xinhua
