Jakarta | Acehtraffic.com- Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan kemenangan Joko Widodo memberi keuntungan politik bagi Prabowo Subianto. PDI Perjuangan pun meradang.
Riset SMRC yang digelar pada 7-11 September lalu mengungkapkan mayoritas pemilih Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yakni sebesar 25 persen memilih Prabowo Subianto ketimbang Megawati Soekarnoputri yang dipilih 13 persen.
Riset SMRC yang digelar pada 7-11 September lalu mengungkapkan mayoritas pemilih Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yakni sebesar 25 persen memilih Prabowo Subianto ketimbang Megawati Soekarnoputri yang dipilih 13 persen.
"Warga Jakarta secara umum paling banyak memilih Prabowo sebanyak 19% dibanding tokoh-tokoh lain untuk menjadi presiden," ujar CEO Saiful Mujani Research and Consulting, Grace Natalie, di Morrisey, Jakarta, Minggu 23 September 2012.
SMRC juga berkesimpulan kemenangan Jokowi-Ahok lebih berhubungan dengan pemilih Prabowo Subianto dibanding Megawati Soekarnoputri. Riset SMRC ini juga mengungkapkan mayoritas responden sebesar 59 persen tidak mengetahui bila Prabowo Subianto diberhentikan dari dinasnya sebagai perwira TNI. "Efek isu pelanggaran HAM oleh Prabowo tidak diketahui oleh warga Jakarta," tambah Grace.
Pemilukada DKI Jakarta yang menjadikan euforia Jokowi-Ahok yang tak berbanding lurus dengan benefit politik yang diterima PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama pasangan ini, selain Partai Gerindra.
Politisi senior PDI Perjuangan Taufik Kiemas mengatakan PDI Perjuangan jera berkoalisi dengan Partai Gerindra. "Saya rasa kapok juga. Kami tidak mau jadi anak kecil. Untung Saiful Mujani ngomong, jadi bahagia juga kami ini," kata Taufik di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin 24 September 2012.
PDI Perjuangan, kata Taufik, harus memetik pelajaran dari peristiwa Pemilukada DKI Jakarta. "Kalau bilang kami ditunggangi, kan kami yang malu. Kalau bodoh, ya bodoh saja, jangan marah-marah," kata Taufik.
Situasi ini, menurut Taufik, semakin menguatkan niatan PDI Perjuangan untuk tidak lagi berkoalisi dengan Partai Gerindra. Menurut dia, di internal PDI Perjuangan, semangat anti-koalisi dengan Gerindra dan Prabowo sudah muncul.
"Ini membuat semangat kami untuk tidak berkoalisi (dengan Partai Gerindra) lagi semakin besar," kata Taufik.
Dalam riset SMRC terungkap Prabowo Subianto menduduki peringkat pertama sebesar 19,1%, Megawati 10,1%, Aburizal Bakrie 10%, Jusuf Kalla 6,5%, Dahlan Iskan 5,6%, Hidayat Nur Wahid 5,2% dan Sultan Hamengkubuwono X 4,9%. | AT | R | INC|
SMRC juga berkesimpulan kemenangan Jokowi-Ahok lebih berhubungan dengan pemilih Prabowo Subianto dibanding Megawati Soekarnoputri. Riset SMRC ini juga mengungkapkan mayoritas responden sebesar 59 persen tidak mengetahui bila Prabowo Subianto diberhentikan dari dinasnya sebagai perwira TNI. "Efek isu pelanggaran HAM oleh Prabowo tidak diketahui oleh warga Jakarta," tambah Grace.
Pemilukada DKI Jakarta yang menjadikan euforia Jokowi-Ahok yang tak berbanding lurus dengan benefit politik yang diterima PDI Perjuangan sebagai partai pengusung utama pasangan ini, selain Partai Gerindra.
Politisi senior PDI Perjuangan Taufik Kiemas mengatakan PDI Perjuangan jera berkoalisi dengan Partai Gerindra. "Saya rasa kapok juga. Kami tidak mau jadi anak kecil. Untung Saiful Mujani ngomong, jadi bahagia juga kami ini," kata Taufik di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin 24 September 2012.
PDI Perjuangan, kata Taufik, harus memetik pelajaran dari peristiwa Pemilukada DKI Jakarta. "Kalau bilang kami ditunggangi, kan kami yang malu. Kalau bodoh, ya bodoh saja, jangan marah-marah," kata Taufik.
Situasi ini, menurut Taufik, semakin menguatkan niatan PDI Perjuangan untuk tidak lagi berkoalisi dengan Partai Gerindra. Menurut dia, di internal PDI Perjuangan, semangat anti-koalisi dengan Gerindra dan Prabowo sudah muncul.
"Ini membuat semangat kami untuk tidak berkoalisi (dengan Partai Gerindra) lagi semakin besar," kata Taufik.
Dalam riset SMRC terungkap Prabowo Subianto menduduki peringkat pertama sebesar 19,1%, Megawati 10,1%, Aburizal Bakrie 10%, Jusuf Kalla 6,5%, Dahlan Iskan 5,6%, Hidayat Nur Wahid 5,2% dan Sultan Hamengkubuwono X 4,9%. | AT | R | INC|


