
Acehtraffic.com - Belum reda kemarahan umat Islam terhadap penayangan film anti-Islam Innocence of Muslims yang sebagian sekualnya diunggah di youtube, kini muncul gelombang demonstrasi baru. Penyulutnya adalah terbitnya kartun di sebuah majalah Prancis yang menghina Nabi Muhammad Saw.
Pada hari Jumat digelar berbagai aksi demonstrasi di sejumlah negara. Di Indonesia, kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) mendatangi kantor Kedubes AS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan "Labbaika Ya Rasulullah..!!", serta poster-poster bertuliskan "Don't Insult My Prophet", "Hancur Amerika", "Prophet Muhammad, Truly We Love You".
Aksi serupa juga berlangsung di berbagai kota besar Indonesia.
Ribuan warga Malaysia dari berbagai ras, agama dan latar belakang politik menggelar aksi damai di berbagai wilayah, untuk memprotes film dan kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw.Kantor berita Bernama melaporkan, dua demonstrasi terbesar digelar di Kuala Lumpur setelah Shalat Jumat. Unjuk rasa itu berlangsung di kawasan Masjid Jamek Kampung Baru dipimpin oleh Pemuda UMNO. Selain itu demonstrasi terbesar berlangsung di Masjid Tabung Haji dipimpin oleh Pemuda PAS.
Di Pakistan, umat Islam negara itu berunjuk rasa di depan kedutaan besar AS dan Perancis di Karachi. Selain itu konsulat kedua negara tersebut menjadi sasaran aksi unjuk rasa muslim Pakistan. Demonstrasi tersebut memicu korban jiwa. Aparat kepolisian melepaskan tembakan ke udara dan menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan massa pendemo di Karachi yang tengah bergerak ke arah keduataan Amerika di Pakistan.
Pada hari Jumat digelar berbagai aksi demonstrasi di sejumlah negara. Di Indonesia, kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) mendatangi kantor Kedubes AS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan "Labbaika Ya Rasulullah..!!", serta poster-poster bertuliskan "Don't Insult My Prophet", "Hancur Amerika", "Prophet Muhammad, Truly We Love You".
Aksi serupa juga berlangsung di berbagai kota besar Indonesia.
Ribuan warga Malaysia dari berbagai ras, agama dan latar belakang politik menggelar aksi damai di berbagai wilayah, untuk memprotes film dan kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw.Kantor berita Bernama melaporkan, dua demonstrasi terbesar digelar di Kuala Lumpur setelah Shalat Jumat. Unjuk rasa itu berlangsung di kawasan Masjid Jamek Kampung Baru dipimpin oleh Pemuda UMNO. Selain itu demonstrasi terbesar berlangsung di Masjid Tabung Haji dipimpin oleh Pemuda PAS.
Di Pakistan, umat Islam negara itu berunjuk rasa di depan kedutaan besar AS dan Perancis di Karachi. Selain itu konsulat kedua negara tersebut menjadi sasaran aksi unjuk rasa muslim Pakistan. Demonstrasi tersebut memicu korban jiwa. Aparat kepolisian melepaskan tembakan ke udara dan menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan massa pendemo di Karachi yang tengah bergerak ke arah keduataan Amerika di Pakistan.
Ribuan orang demonstran juga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang menjaga konsulat Amerika di Lahore. Para pendemo meneriakkan yel-yel menentang Washington dan membakar bendera Amerika. Senin (17/09) dua orang pendemo meninggal dunia.
Pemerintah Pakistan menutup link Youtube yang menyediakan layanan untuk mengunggah film tersebut. Raja Pervez Ashraf, Perdana Menteri Pakistan Senin (17/09) memerintahkan Menteri Intelejen untuk menutup link Youtube sehingga tidak seorang pun bisa menyaksikan lagi film penistaan tersebut.
Al Alam Rabu (19/09) melaporkan, berdasarkan keputusan yang diambil pemerintah Pakistan, Jumat (21/09) ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menamainya dengan hari Ekspresi Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw.
Sebelum keputusan ini diumumkan, partai-partai Islam Pakistan memang sudah berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa pada hari yang sama untuk menentang film penistaan atas Nabi yang diproduksi di Amerika tersebut.
Sebelumnya, kedutaan sejumlah negara Barat memilih untuk tutup pada Jumat (21/9). Sejak 11 September 2012, demonstrasi sudah terjadi di lebih dari 20 negara, terutama di tempat dengan banyak penduduk muslim. Lalu hanya berselang enam hari setelah 4 demonstran tewas dan 49 lainnya luka-luka dalam serangan Kedutaan AS di Tunisia, majalah Prancis, Charlie Hebdo justru memuat kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sedang telanjang. Pada Jumat, tidak hanya AS dan Prancis yang melakukan penutupan misi diplomatiknya. Kedutaan Jerman di Khartom ibukota Sudan juga ditutup.| AT | M Irib |
