
Acehtraffic.com - Moskow menuduh Washington pada hari Rabu (19/9) menggunakan misi bantuan untuk ikut campur dalam urusan politik dan mempengaruhi pemilu Rusia. Demikian dilaporkan Reuters.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow akan memberikan batas waktu hingga 1 Oktober kepada Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk menghentikan operasi mereka di Rusia.
USAID telah bekerja selama dua dekade di Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet, menghabiskan lebih dari 2,6 miliar dolar pada program yang ditujukan untuk memerangi penyakit, melindungi lingkungan, memperkuat masyarakat sipil dan memodernisasi ekonomi.
Presiden Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan Barat dan khususnya AS untuk tidak ikut campur dalam politik Rusia.
Para kritikus Kremlin menilai langkah itu dimaksudkan untuk memangkas dana asing bagi kelompok-kelompok pendukung demokrasi di Rusia dan Kremlin dapat dengan leluasa menumpas kelompok pembangkang.
Pemerintah Washington menganggap langkah itu sebagai sebuah pukulan bagi upaya AS untuk memperbaiki hubungan dan langkah yang dapat membantu penumpasan kelompok pro-demokrasi oleh Kremlin.
Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS mengatakan USAID akan mempromosikan demokrasi dan masyarakat sipil di Rusia bahkan setelah kantor ditutup, tapi tidak jelas apakah mereka bisa terus mendanai kelompok Rusia.
Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan bahwa keputusan untuk menutup kantor akan mempengaruhi 13 diplomat AS dan 60 karyawan lokal Rusia.
"AS baru-baru ini menerima keputusan pemerintah Rusia untuk mengakhiri kegiatan USAID di Federasi Rusia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.
"Sementara kehadiran fisik USAID di Rusia akan berakhir, kami tetap berkomitmen untuk mendukung demokrasi, hak asasi manusia, dan pengembangan masyarakat sipil yang lebih kuat di Rusia dan berharap untuk melanjutkan kerjasama kami dengan organisasi non-pemerintah Rusia," tegas Nuland.| AT | M | Irib |
