Acehtraffic.com - Ali Yeral, Ketua Lembaga Kebudayaan dan Solidaritas Ahlul Bait Turki menilai pidato Rahbar, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (GNB) ke-16 di Tehran, sangat berpengaruh dan penting.
Dalam wawancaranya dengan IRNA (10/9), Yeral menyinggung upaya Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan negara-negara adidaya, jumlah peserta dalam konferensi tersebut telah memecahkan rekor. Dikatakannya, "Kehadiran Sekjen PBB, Presiden Mesir dan Sekjen Liga Arab, di samping segala tekanan dari Barat mencegah partisipasi mereka, merupakan sebuah kekalahan telah bagi imperialisme dan Zionisme.
Menyinggung pidato Rahbar dalam konferensi tersebut, Yeral mengatakan, "Pidato Rahbar pada pembukaan KTT GNB sangat penting dan berpengaruh bagi umat Muslim sedunia."
"Beliau kembali menekankan persatuan umat Muslim dan kaum tertindas serta menegaskan hak bangsa tertindas Palestina, Lebanon, dan Suriah serta bahwa Republik Islam Iran selalu bersama kaum tertindas. Dan ini merupakan harapan bagi kaum mustadhafin."
Yeral mengatakan bahwa dunia Islam khususnya negara-negara Islam di kawasan telah melalui satu periode sulit seraya menegaskan, "Musuh sedang menciptakan konflik, perpecahan, dan kemunafikan di antara kaum Syiah, Sunni, Arab dan Ajam, adapun peristiwa Suriah juga dalam rangka tujuan-tujuan tersebut."
Lebih lanjut dikatakannya, "Perang di Suriah adalah perang antara kebenaran dan kebatilan, perang ini antara pasukan muqawama di satu sisi dan adidaya di sisi lain. Imperialisme dan rezim Zionis sedang menghukum Presiden Bashar al-Assad dan rakyat Suriah karena memilih jalur muqawama.
Yeral menegaskan bahwa tujuan Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), adalah disintegrasi Suriah dan pemisahan negara itu dari garis muqawama.| AT | M | Irib |

.jpg)