
Acehtraffic.com - Rezim kerajaan Saudi menghancurkan mesjid di kota Al Awamiah di wilayah Timur Arab Saudi. Al Alam (16/9) melaporkan, pekerja-pekerja rezim kerajaan Saudi menghancurkan mesjid Ain Imam Husein as. di kota Al Awamiah tempat yang biasa digunakan Syeikh Namr Baqir An Namr menjalankan ibadah shalatnya.
Aparat keamanan rezim Saudi kurang lebih sejak dua bulan lalu telah menangkap Syeikh Namr dalam sebuah operasi yang sarat dengan tindakan kekerasan. Pada operasi tersebut Syeikh Namr terluka karena tembakan aparat keamanan. Pihak keluarga mengatakan bahwa kondisi kesehatan Syeikh memburuk menyusul aksi mogok makan yang dilakukannya.
Mesjid ini dihancurkan rezim Saudi karena menjadi pusat konsentrasi warga kota Al Awamiah dalam aksi unjuk rasa memprotes penghinaan terhadap Nabi Besar Islam melalui film yang dibuat Amerika.
Aparat keamanan rezim Saudi mengklaim tanah dimana mesjid Ain Imam Husein as. berdiri adalah milik satu orang warga, karenanya pada Selasa yang lalu, mereka menangkap Haji Majid Hasan An Namr pengelola mesjid. Mereka mengancam jika mesjid tidak dihancurkan, orang-orang yang ditangkap tidak akan mereka lepaskan.
Padahal berdasarkan kesaksian warga Al Awamiah, tanah tempat berdirinya mesjid ini adalah tanah wakaf dan tidak dimiliki satu orang tertentu.| AT | M | Irib |
Aparat keamanan rezim Saudi kurang lebih sejak dua bulan lalu telah menangkap Syeikh Namr dalam sebuah operasi yang sarat dengan tindakan kekerasan. Pada operasi tersebut Syeikh Namr terluka karena tembakan aparat keamanan. Pihak keluarga mengatakan bahwa kondisi kesehatan Syeikh memburuk menyusul aksi mogok makan yang dilakukannya.
Mesjid ini dihancurkan rezim Saudi karena menjadi pusat konsentrasi warga kota Al Awamiah dalam aksi unjuk rasa memprotes penghinaan terhadap Nabi Besar Islam melalui film yang dibuat Amerika.
Aparat keamanan rezim Saudi mengklaim tanah dimana mesjid Ain Imam Husein as. berdiri adalah milik satu orang warga, karenanya pada Selasa yang lalu, mereka menangkap Haji Majid Hasan An Namr pengelola mesjid. Mereka mengancam jika mesjid tidak dihancurkan, orang-orang yang ditangkap tidak akan mereka lepaskan.
Padahal berdasarkan kesaksian warga Al Awamiah, tanah tempat berdirinya mesjid ini adalah tanah wakaf dan tidak dimiliki satu orang tertentu.| AT | M | Irib |
