Jakarta | Acehtraffic.com - Calon inkumben Fauzi Bowo mengucapkan selamat kepada penantangnya, Joko Widodo, dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012 putaran kedua. Dalam beberapa hasil hitung cepat (quick count), Jokowi unggul dari Gubernur DKI tersebut.
"Baru dua menit yang lalu ditelepon sama Pak Fauzi, mengucapkan selamat," kata Jokowi saat makan siang di Menteng, Kamis, 20 September 2012.
Jokowi menanggapi ucapan tersebut dengan permintaan maaf jika ada perilakunya yang tidak berkenan selama masa kampanye sampai hari pencoblosan. "Saya mohon maaf kalau saya terlalu ngerepotin, kata-kata kurang berkenan."
Dalam percakapan melalui telepon tersebut, Jokowi memohon Foke untuk membantu menangani Jakarta. "Beliau menguasai lapangan dan Jakarta, dan beliau memberikan kesanggupannya," katanya.
Mengenai hasil hitung cepat, Jokowi mengaku tidak kaget dengan hasil tersebut. Walaupun beberapa proses hitung cepat menempatkannya sebagai pemenang, ia tak mau jemawa. Ia memilih menunggu hasil penghitungan milik KPUD DKI Jakarta.
Jokowi menanggapi ucapan tersebut dengan permintaan maaf jika ada perilakunya yang tidak berkenan selama masa kampanye sampai hari pencoblosan. "Saya mohon maaf kalau saya terlalu ngerepotin, kata-kata kurang berkenan."
Dalam percakapan melalui telepon tersebut, Jokowi memohon Foke untuk membantu menangani Jakarta. "Beliau menguasai lapangan dan Jakarta, dan beliau memberikan kesanggupannya," katanya.
Mengenai hasil hitung cepat, Jokowi mengaku tidak kaget dengan hasil tersebut. Walaupun beberapa proses hitung cepat menempatkannya sebagai pemenang, ia tak mau jemawa. Ia memilih menunggu hasil penghitungan milik KPUD DKI Jakarta.
Hingga pukul 14.30, Kamis, 20 September 2012, hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang disiarkan TV One menunjukkan Joko Widodo-Basuki Purnama Tjahaja unggul dengan perolehan suara 53,99 persen. Sedangkan suara untuk Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebesar 46,01 persen. Angka ini diperoleh dari 77 persen suara sementara.
Kemenangan sementara Jokowi juga muncul di penghitungan cepat yang digelar Indo Barometer. Disiarkan Metro TV, Jokowi-Ahok meraup 55,42 persen suara, sedangkan Foke-Nara 44,58 persen. Angka ini diperoleh dari 61,33 persen suara sementara se-DKI Jakarta.
Calon inkumben Fauzi Bowo menang tipis di TPS tempatnya mencoblos, yaitu TPS 01 Kelurahan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. "Fauzi Bowo unggul tujuh angka di atas Jokowi," kata Ketua KPPS TPS 01 Gondangdia.
Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok menang telak di kompleksnya. "Penghitungan sudah final," kata Roy, Wakil Ketua Bidang Keamanan di RW 14, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tempat tinggal Ahok.
Di TPS 059, Muara Karang, Pluit, tempat Ahok mencoblos, dari 418 suara sah, 401 di antaranya memilih pasangan calon gubernur nomor 3, yakni Jokowi dan Ahok. Hanya 17 suara yang memilih pasangan calon gubernur inkumben Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. | AT | R | TEMPO|
Kemenangan sementara Jokowi juga muncul di penghitungan cepat yang digelar Indo Barometer. Disiarkan Metro TV, Jokowi-Ahok meraup 55,42 persen suara, sedangkan Foke-Nara 44,58 persen. Angka ini diperoleh dari 61,33 persen suara sementara se-DKI Jakarta.
Calon inkumben Fauzi Bowo menang tipis di TPS tempatnya mencoblos, yaitu TPS 01 Kelurahan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. "Fauzi Bowo unggul tujuh angka di atas Jokowi," kata Ketua KPPS TPS 01 Gondangdia.
Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok menang telak di kompleksnya. "Penghitungan sudah final," kata Roy, Wakil Ketua Bidang Keamanan di RW 14, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tempat tinggal Ahok.
Di TPS 059, Muara Karang, Pluit, tempat Ahok mencoblos, dari 418 suara sah, 401 di antaranya memilih pasangan calon gubernur nomor 3, yakni Jokowi dan Ahok. Hanya 17 suara yang memilih pasangan calon gubernur inkumben Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. | AT | R | TEMPO|

