
"Kekerasan dengan dasar itu boleh. Seperti potong tangan jika mencuri dan lainnya. Dalam hadist itu juga ada," kata Son Hadi dalam dialog Polemik Sindo Radio bertajuk 'Teror Tak Kunjung Usai' yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9)
Menurutnya, jika memang selama ini banyak negara tidak mengindahkan kekerasan dengan cara apapun, tetapi Syariat membolehkan, maka tidak masalah untuk dilaksanakan.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay membantah perkataan dari Son Hadi. Menurutnya, meski dibolehkan, tetapi tidak tepat dilakukan di Indonesia yang menganut Pancasila ini.
"Jika Syariat Islam ingin ditegakkan, itu tidak masalah. Namun, tetap pelaksana Syariat Islam tersebut harus mengikuti prosedur yang telah terbangun di Indonesia. Di Indonesia itu kan sistem Demokrasi sudah final," kata Saleh.
Saleh pun menambahkan, jika para kelompok yang memiliki pandangan lain seperti yang dikatakan Son Hadi, maka silakan mengikuti sistem demokrasi yang ada, dengan mengadakan dialog terbuka terkait pandangan atau ideologinya.
"Atau sebaiknya anda bikin partai saja supaya konstituennya jelas. Dialog seperti ini harus dilakukan dengan hati dan pikiran yang terbuka," cetusnya.| AT | M | MR |
