Taheran | Acehtraffic.com- Pemerintah
Republik Islam Iran memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Kanada
akibat meningkatnya gelombang Iranphobia dan Islamphobia di negara itu.
"Menurut
bukti, gelombang Islamphobia dan Iranphobia belum berhenti, tetapi justru
meningkat selama beberapa tahun terakhir …,"demikian bunyi pernyataan
Kementerian Luar Negeri Iran yang dirilis pada Rabu 26 September 2012
Statemen
tersebut menambahkan, penangkapan dan deportasi warga negara Iran di Kanada
dengan berbagai dalih terus berlanjut dan mereka kehilangan hak-hak dasar
seperti mengakses rekening bank atau melakukan transaksi keuangan.
"Kinerja
polisi Kanada menunjukkan bahwa pemerintah negara itu tidak memiliki tekad kuat
atau kemampuan untuk menindaklanjuti kejahatan yang dilakukan terhadap warga
Iran," imbuh pernyataan Kemlu Iran.
Pernyataan
tersebut juga menyinggung pembunuhan terhadap sejumlah warga Iran di Kanada dan
menegaskan bahwa polisi Kanada belum mengambil langkah-langkah efektif untuk
menangkap para pelaku.
Terkait
keputusan sepihak Kanada untuk menutup kedutaan besarnya di Tehran, Kemlu Iran
memperingatkan adanya kemungkinan pelanggaran dan ancaman terhadap warga Iran
sebagai dampak dari tindakan diskriminatif pemerintah Ottawa.
Pada
tanggal 7 September, Kanada menutup kedubesnya di Tehran dan memerintahkan para
diplomat Iran di negara itu untuk meninggalkan Kanada dalam jangka waktu lima
hari.
Pemerintah
Ottawa juga membekukan rekening bank warga Iran yang tinggal di Kanada dan
melarang transaksi keuangan ke Iran.
Kemlu
Iran mengecam keputusan sepihak tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang
tidak dapat dibenarkan. | AT | R | IRIB|

.jpg)