Jakarta | Acehtraffic.com - Jasa Marga masih mempertimbangkan dan belum berkenan menggarap proyek jalan tol Sumatera karena pertimbangan bisnis. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunjuk Hutama Karya yang nantinya didaulat menjadi perusahaan yang 100 persen hanya membuat jalan tol saja.
Proyek jalan tol Sumatera menjadi proyek pertama bagi perusahaan 'baru' tersebut.Bahkan, Dahlan berjanji Hutama Karya akan menyelesaikan proyek ini dalam waktu yang tidak terlalu lama.
”Itu kalau perusahaan ini bekerja dan didukung tol dari bakahueni hingga ke Medan akan selesai dalam selesai 6 tahun,” jelas Dahlan.
Mantan Dirut PLN ini menjelaskan dipilihnya Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol yang 100 persen pemerintah bukan tanpa alasan. Dahlan melihat struktur keuangan Hutama Karya cukup kuat dan manajemen pekerjaannya tidak jauh dari pembangunan tersebut.
“Dan juga dia belum go publik. Kalau misalnya Adhi Karya kan susah, dia sudah go publik,” jelasnya.
Dengan adanya perusahaan pengelola jalan tol tersebut, Jasa Marga akan mempunyai saingan dalam pembangunan jalan tol, namun lanjut Dahlan Jasa Marga sudah siap mempunyai saingan dalam mengelola jalan tol.
“Jasa marga kan sekarang kalau ditugasi bangun jalan tol tidak menguntungkan mikirnya panjang sekali, Kalau kita bikin kompetitor dia terima secara baik," katanya.
Dahlan kembali menegaskan dengan adanya perusahaan pengelola jalan tol yang 100 persen pemerintah maka pembangunan jalan tol di Indonesia khususnya daerah terpencil akan lebih cepat terealisasi tanpa memikirkan untung maupun rugi.
“Misalnya tol Bakahueni–Medan, Kualanamu-Tebing tinggi yang hitungan Jasa Marga terlalu panjang,” imbuhnya.| AT | M | MR |
Proyek jalan tol Sumatera menjadi proyek pertama bagi perusahaan 'baru' tersebut.Bahkan, Dahlan berjanji Hutama Karya akan menyelesaikan proyek ini dalam waktu yang tidak terlalu lama.
”Itu kalau perusahaan ini bekerja dan didukung tol dari bakahueni hingga ke Medan akan selesai dalam selesai 6 tahun,” jelas Dahlan.
Mantan Dirut PLN ini menjelaskan dipilihnya Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol yang 100 persen pemerintah bukan tanpa alasan. Dahlan melihat struktur keuangan Hutama Karya cukup kuat dan manajemen pekerjaannya tidak jauh dari pembangunan tersebut.
“Dan juga dia belum go publik. Kalau misalnya Adhi Karya kan susah, dia sudah go publik,” jelasnya.
Dengan adanya perusahaan pengelola jalan tol tersebut, Jasa Marga akan mempunyai saingan dalam pembangunan jalan tol, namun lanjut Dahlan Jasa Marga sudah siap mempunyai saingan dalam mengelola jalan tol.
“Jasa marga kan sekarang kalau ditugasi bangun jalan tol tidak menguntungkan mikirnya panjang sekali, Kalau kita bikin kompetitor dia terima secara baik," katanya.
Dahlan kembali menegaskan dengan adanya perusahaan pengelola jalan tol yang 100 persen pemerintah maka pembangunan jalan tol di Indonesia khususnya daerah terpencil akan lebih cepat terealisasi tanpa memikirkan untung maupun rugi.
“Misalnya tol Bakahueni–Medan, Kualanamu-Tebing tinggi yang hitungan Jasa Marga terlalu panjang,” imbuhnya.| AT | M | MR |

