
Beijing | acehtraffic.com - Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan China mengatakan pada hari Kamis, 27 September 2012, bahwa penggunaan drone, atau pesawat tanpa awak, di atas pulau Huangyan, Kepulauan Nansha dan perairan sekitarnya adalah "dibenarkan dan sah," dan memperingatkan bahwa China menentang setiap provokasi militer di laut Cina Selatan.
Yang Yujun membuat pernyataan pada konferensi pers bulanan dalam menanggapi komentar seorang juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Filipina bahwa drone Cina dapat ditembak jika mereka memasuki wilayah udara di yang disebutkan diatas.
“China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Pulau Huangyan, Kepulauan Nansha dan perairan yang berdekatannya”, ungkap Yang, seperti dilansir kantor berita resmi Xinhua.
"Oleh karena itu, pesawat terbang China di wilayah udara yang dimaksud adalah dibenarkan dan sah," tambahnya.
Badan Administrasi Kelautan China mengatakan pada hari Minggu bahwa China akan mempromosikan penggunaan drone untuk memperkuat pengawasan laut negara itu, dan meningkatkan upaya untuk meningkatkan pengawasan atas kepulauan termasuk pulau Diaoyu dan Huangyan. | AT | Z | Xinhua
