Jakarta | Acehtraffic.com - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) bersikap pesimis terhadap lifting minyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 sebesar 930.000 barel per hari dapat tercapai. Pasalnya, banyak kontraktor migas yang mengalami kendala dalam upaya lifting tersebut.
"Enggak (tercapai), berat. Bukan enggak mungkin, tapi berat," ujar Kepala BP Migas Raden Priyono di Gedung DPR RI, Jakarta , Senin (10/9).
Namun, lanjut Priyono, lifting minyak tersebut dapat tembus mencapai 900.000 bph apabila stok minyak yang ada saat ini dilepas. Namun, dia enggan membeberkan berapa stok yang disimpan saat ini. Saat ini lifting minyak baru mencapai 870.000 bph.
"Kita enggak bicara lifting. Lifting kan masih ada stok. (stok) Ya nanti dikasi tahu. Mudah-mudahan tembus lah 900.000 bph," tegasnya.
Stok tersebut dilepas apabila harga minyaknya diatas harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang ditetapkan sebesar USD 105 sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara. "Pas harga bagus. Jangan sampai harga jelek. Kita kan enggak tahu harga minyak gimana dalam 1 minggu kedepan. Kalau misalnya di Uni Eropa semakin jelek, pasti akan turun harga minyak, karena demand akan turun. Menurut saya bagus yang diatas ICP yang diprediksi oleh pemerintah, diatas itu. Itu bagus buat kita," pungkasnya.| AT | M | MR |

